Neron tidak sebanyak itu tahu manfaat dari serbuk api dipingganggya tetapi, yang dia tahu bahkan, api ini sangat tahan air. Dan di atas permukaan air yang tenang jelas tak tampak apapun jadi, percobaannya adalah melepar sejumput serbuk itu ke dalam kolam yang mungkin bisa menghasilkan cahaya. Berhasil atau tidak berhasil bukanlah masalah besar. Yang jadi masalah apa ikan yang mungkin berada di kolam bakal mati jika terkena percikan api.
“Aku tidak butuh banyak hanya sedikit saja,” ujarnya meyakinkan diri sendiri karena, taka da seorang pun yang bisa dia ajak diskusi jadi, hanya mempercayai diri sendirilah pedoman untuk hidup lebih berani. Setelahnya, Neron benar-benar mengambil sejumput kecil lalu melemparkannya.
Brushhh!
“Wow!” jeritnya terkejut. Bola matanya membulat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya di dalam air tersebut, ternyata banyak ikan dan hal lainnya dan itu cukup jelas dilihat oleh mata telanjang. Lalu, bagaimana dengan sebelumnya ketika dia masuk ke dalam sini, dia tidak merasakan juga tidak melihat ikan-ikan ini pikirnya. Sekian detik dia memikirkannya tiba-tiba ikan-ikan itu menghilang lagi dan tak terlihat. Begitu juga permukaan air yang kembali tenang seolah tak ada apapun yang terjadi.
“Luar biasa! Itu menakjubkan. Ikan-ikan itu hanya akan terlihat jika terkena sinar cahaya. Aku belum bisa mengenali makhluk apa ini? Apa Sir Abram juga tahu tentang hal ini? Haruskah kuberitahu atau diam saja,” ujar Neron berbicara sendiri. Melihat kembali pada kolam ikan, sekali lagi Neron ingin memastikan jika, tebakan pertamannya benar.
Sejumput bubuk sihir dilemparkannya lagi ke dalam kolam yang tenang lalu, percikan api datang setelah menyentuh permukaanya air yang dingin. Brushh! permukaan air yang gelap kini berubah sangat jelas seperti cermin dan Ikan-ikan cantik tersebut tampak ketakutan dan melarikan diri dengan berenang ke dalam dasar telaga air. Melihatnya seperti itu saja sudah sangat membuatnya puas dan luar biasa. “Gimana cara dapetin itu, ikan yah? Kalo dia masuk ke kolam sana apa bisa menangkapnya ….Aaaakbh!” teriaknya frustrasi tidak mendapatkan ide
Kemudian tak berselang lama, Neron pun harus rela mengambil sejumput bubuk api lagi dan lagi hanya untuk memuaskan rasa penasaran melihat dasar telaga sungai. Sayangnya hal itu jelas tak cukup. Belum lagi ketika Neron melihat ikan-ikan yang menghilang sebelumnya kembali naik ke permukaandia langsung merasa cukup senang.
Begitu juga, tidak ada yang membuatnya lebih sangat senang dan yang sukai menyukai bubuk api yang dibuat sir Abram, bubuk api ini ternyata bisa digunakan di air seperti yang dikatakan pembuatnya menjadikannya barang yang berharga juga pasti langka dipasaran. ‘Kalau aku bisa membuat barang-barang berguna seperti ini tidak mungkin tidak, aku pasti bakal kaya. Belum cukup dengan itu saja. ikan di depan mata yang tidak lagi terlihat pastinya tidak kalah berharga.’
Untuk yang pertama tadi, bubuk api yang digunakan hanyalah bagian kecil sekarang Neron berpikir untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Dia ingin menangkap ikan di kolam tetapi, beberapa pertanyaan bersarang di otaknya yang tidak berkeyakinan. “ Apa ikan-ikan ini bisa kutangkap? Apa mereka juga termasuk monster air, apa mereka memiliki bola Kristal Mana juga?” tanya Neron bertubi-tub bingung sampai menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.
Sambil termenung Neron masih memikirkan bagaimana caranya untuk menangkap ikan yang berada di dalam air tersebut. Ikan-ikan ini tidak hanya tangkas tapi, juga sangat sulit ditangani bahkan, dengan menggunakan alat pancing. Terlebih melihat sifat para ikan yang tak terlihan dipermukaan sepenuh hati Neron yakin dan pasti jika ikan ini merupakan bagian dari monster air.
Dan, tampak sekali jikan mereka lebih cerdas membuat Neron lebih berhati-hati meski, dia punya tekad yang kuat tetap saja nyawanya hanya satu jadi, dia perlu memikirkannya terlebih dulu. Ikan itu bisa jadi hewan yang lemah jika, dikeluarkan ke darat tetapi, jika ikan di dalam kolam merupakan jenis hewan bermonster bisakah mati begitu saja jika, berada di darat tanpa air untuk bernapas melalui insang mereka. Sungguh, otak Neron sedang bekerja keras.
“Untuk memancing ikan tanpa alat pancing, aku harus bagaimana, yah?” tanyanya lagi sambil termenung dan melihat ke kanan dan ke kiri mencari solusi. Entah bodoh atau penasaran Neron akhirnya mengambil sebuah batu dan melemparkanya begitu saja dan apa yang terjadi? Tidak ada yang terjadi. taka da yang bisa dipikirkan. Yang ada hanya ingin segera terjun bebas saja langsung ke kolam dan menangkap ikannya satu persatu. Memastikan hanya itu jalan keluarnya Neron segera bersiap.
Neron segera membuka bajunya memperlihatkan tubuhnya yang belum terlalu sempurna untuk membentuk tubuh ideal para pria dewasa. Lewati, mempermasalahkan bentuk tubuhnya. Yang perlu baginya hanyalah kemampuan untuk beradaptasi dan menjadi orang luar biasa. Dengan pakaian rapihnya yang sudah terlipat Neron menyimpannya di tempat aman. Berdiri di tepian, dia menarik napas dalam-dalam dia juga tidak lupa memegang belatinya dan menyimpan bubuk api yang dia kira pasti diperlukannya semua dia simpan dipinggangnya dengan ikatan tali kuat yang dia lilitkan dan tanpa ragu, dia melemparkan dirinya masuk ke air.
Rasa dingin langsung menyelimutinya, matanya langsung dia buka lebar-lebar sambil menahan napas. Tetapi, tak ada apapun yang bisa dilihatnya. Berenang ke sana kemari sampai akhirnya dia hampir kehabisan oksigen dan membuatnya harus mengangkat kepalanya ke permukaan untuk menarik napas. “Hahhh, hahh!”
“Kenapa aku tidak bisa melihatnya dari sini?” Setelah mengambil napas , Neron kembali menyelap ke bawah kali ini dia menggunakan bubuk api yang sudah ia siapkan dengan menggengganmnya di tangan. Dia juga harus hati-hati bisa-bisa dia ikut terluka saat melempar bubuk api ditangannya
Kembali dia melihat sekitar dengan hati-hati…berpikir kembali dengan hati-hati Neron tahu jika, dia melempar bubuk api di tangannya bukan lagi tidak mungkin dia akan terkena juga jadi, Neron kembali naik ke permukaan berdiri di tepian. “Setelah kulempar apa yang kulihat dibawah itu tidak sampai satu menit. Tidak masalah lebih baik mencoba daripada tidak!”
Segera Neron melempar bubuk api-nya kini dengan sedikit lebih banyak dan apa yang terjadi sebelumnya terjadi lagi. Di bawah permukaan air jelas ada ikan-ikan yang berkumpul banyak dengan indahnya berwarna putih biru dan sebelum mereka menghilang lagi. Neron sudah terjun lagi dengan belati yang siap bertarung di tangannya dan secara tepat menargetkan satu ikan terdekat.
Splash! Kepikan angin berhamburan keluar. Neron terjun dan dengan gerakan gesitnya ternyata belatinya benar-benar bisa melukai salah satu ikan tersebut. yang kemudian sesuatu terjadi, keluar kabut asap mengelilingi telaga tersebut dan bukan hanya itu tetapi di dalam sana seperti terdapat pusaran yang pusatnya ada didirinya.
“A-aapa ini?!”
Neron sungguh takut sekaligus terkejut sehingga dia baru saja hendak berbalik kembali naik ke permukaan sebelum sesuatu terlihat dari tangannya ikan biru itu mati ditangannya dan masih tertancap di belatinya. Lalu, kolam itu benar-benar mengalami perubahan. Neron tidak bisa lagi berenang ke tepian dan malah makin terhisap ke dalam. Semua ikan menggulungnya tidak membiarkannya pergi seolah mereka tengah marah padanya.
“Aaakh! Tolong!” pekiknya minta tolong tetapi, siapa yang mau mendengar di tengah hutan seperti ini. Belum tentu juga untuk kedua kalian sir Abram juga sir Taemu bisa kebetulan lagi menolongnya. ‘Aku tidak boleh mati di sini apalagi seperti ini?!’ teriaknya dalam hati dengan perasaan emosianal.
Tidak bisa, Neron tidak bisa melawan arus jadi, dia akhirnya membiarkan tubuhnya mengikuti arus dan kemudian jika, dia punya kesempatan. Dia harus mengambil hal itu secepatnya nanti. Sebaliknya, sesuatu sulit dimengerti ketika Neron merasakan perasaan asing setelah bertahan cukup lama di air, tidak ada perasaan sesak, dia seolah bisa bernapas di dalam sana. Neron tidak yakin tetapi, dari sana dia bisa melihat ikan-ikan itu tengah berkumpul mengelilinginya.
Mata mereka merah berkilat-kilat mengelilingi Neron seseorang yang sudah membunuh salah satu teman dan kerabat mereka. belum lagi mulut-mulut mereka yang ternyata bergerigi tajam siap mencabik-cabik orang tersebut. Neron meneguk Salivanya, gugup bercampur takut.