Ruangan Sir Abram

1746 Kata
Kejadian semalam tentang Kristal-kristal yang menghilang di tangannya dilupakan Neron begitu saja. Dia hanya berpikir mungkin karena tubuhnya terlalu panas membuat benda-benda itu terbakar dan menghilang jadi, setelah itu dia tidak lagi berani memegangnya dan memilih menyimpannya sampai dia tahu apa kegunaan Kristal-kristal dari tubuh monster itu. “Sir?” panggil Neron melihat Abram cukup pagi untuk berada di dapur. “Anda lapar?” “Kamu tidak sakit, huh?” tanyanya balik. “Aku tidak.” Neron mencoba mengukur suhu tubuhnya dengan tangannya sendiri lalu, merasakan satu demi satu bagian tubuhnya yang dirasanya sakit tetapi, ternyata hari ini dia tidak mendapatkan rasa sakitnya lagi. “Sepertinya aku baik-baik saja setelah tidur dengan baik semalam.” “Baguslah, kali ini kamu jangan berani pergi ke hutan seorang diri tanpa persiapan. Sudah bagus kemarin tidak bertemu dengan monster di sana tapi, sayang juga kamu tidak mendapatkan apapun dari sana.” “Hm, sepertinya aku sedikit bodoh dan malah tidak mendapat apa-apa,” ujar Neron berpura-pura sedikit malu. Tiba-tiba saja Abram mendekat, menatapnya dengan mata menyipit. “Neron, ke arah mana kamu pergi kemarin? Apa kamu sudah bisa menghafal jalanan di hutan?” “Aku tidak sejenius itu bisa menghafal jalan di hutan yang berkelok-kelok itu dalam sekali jalan tapi, aku kan punya akal.” Tunjuknya pada sisi kepalanya lalu, merogoh belati disakunya. “Anda memberikannya padaku, aku menggunakan ini untuk menandai jalan yang sudah kulalui. Aku juga tidak berani lagi terlalu jauh.” Senyum dibibir Abram terangkat, melihat Neron dari sudut matanya dia cukup puas. “Meski, kamu lemah di mana-mana tapi, otakmu lumayan sekali.” Bola mata Neron berputar malam, dia kembali menyimpan belatinya. “Anda akan pergi ke mana? Apa sekarang aku bisa ikut?” “Jangan ikut dan kuingatkan lagi jangan masuk hutan untuk hari ini. Beberapa hari ini, akan sangat berbahaya. Salah satu monster terbesar di sini akan melahirkan dan akan sangat merepotkan jika, itu terjadi. Aku akan pergi ke sana dan kamu hanya bisa tinggal di rumah.” “Sir Taemu?” tanya Neron membayangkan dia seorang diri tidak punya teman bicara itu sangat mengerikan baginya. “Dia pergi ke si Kelinci merah, bukan? Apa kamu takut tinggal di sini, hah?” “Tidak! Aku hanya bertanya,” sahutnya sambil memalingkan wajah. Abram hanya mendengus lalu, bergegas membawa beberapa botol yang ternyata baru saja dilihat Neron berada di atas meja makan. “Itu semua botol ramuan? Kenapa Anda membawa sebanyak itu?” “Aku harus mungkin saja tidak hanya aku yang terluka.” “Siapa yang mau Anda selamatkan? Apa para monster itu?” tanya Neron dengan tampang dibuat terkejut. “Hm, beberapa monster tidak semua jahat bukan?” “Tapi, semua monster yang kutemui jaha— Aww“ Bugh! Kepala Neron baru saja mendapat bogem mentah dari pria tua penyendiri itu. “Lalu, kamu pikir Taemu itu apa, hah? Bukankah dia juga monster tapi, apa dia menyerang dan memakanmu.” “Hiks, tapi, Sir Anda juga tidak perlu memukulku. Aku juga tahu tidak semua monster buas itu jahat,” ucapnya mengeluh dan menggosok-gosok bagian atas kepalannya dengan mata merah berair. “Jadi, berapa hari Anda akan pergi?” “Aku tidak tahu jadi, ingat perkataanku jangan pergi terlebih dulu ke hutan dan tunggu saja Taemu pulang. Untuk makananmu kamu bisa mengurusnya sendiri, kan? Spertinya persediaan cukup untukmu tapi, kalau tidak … “ Abram mengeluarkan sebutir pil. “Makan ini! Kamu tidak akan merasa lapar dalam satu bulan.” Mata Neron berbinar baru pertama kali mendengar yang bisa membuatmu tahan lapar. “Wow, benarkah? Luar biasa sekali ..aku bisa—“ “Kamu tidak bisa memakannya sekarang,” ujar Abram keras sambil meraih pil tersebut dari tangan Neron yang hendak memasukkan pil itu ke mulutnya. “Ingat ini. Pil ini hanya bisa kamu makan jika, … aku belum kembali dalam waktu yang lama dan kamu kehabisan makanan jika, tidak kembalikan pil ini padaku.” “Kenapa? Kenapa harus dikembalikan Anda, kan sudah memberikannya,” ucap Neron sangat protes. Dengan tampang kesal Abram, sekali lagi memukul dahi Neron. “ Tentu saja, ini harus dikembalikan jika, tidak digunakan. Dan, kamu anak bodoh! Kamu tahu berapa banyak bahan langka yang kubuat untuk satu pil ini saja ? jangan harap akan kusia-siakan dan… kamu. Ramuan yang kubuat terakhir untukmu lebih baik daripada yang kumiliki ini!” Tunjuknya sambil mengeluarkan sebuah botol yang isinya berwarna kuning seperti, cairan yang terakhir dia minum, “ramuan ini bukan hanya langka karena tidak banyak yang membuatnya tetapi, juga yang dipergunakan sangat mahal dan bisa disebut langka juga. Kamu beruntung, aku yang merawatmu di sini jadi, jangan pernah mengacau lagi.” Sudut mata Neron berkedut karena disebut pengacau padahal rasanya dia belum mengacaukan siapa pun di sini. “Baik, Sir! Tenang saja akan aku akan menjaga rumah Anda dengan sangat baik.” Kali ini Abram menyerahkan pil yang tadi direbutnya. “Ah, satu hal lagi jangan memasuki ruanganku. Hati-hati di sana banyak sekali hartaku berharga.” Telingan Neron berdengung mendegar hal tersebut. Sejak dia mulai tinggal di sini, kamar Sir Abram-lah yang tidak pernah dilihatnya sehingga tidak tahu seberapa berharganya barang-barang di sana. “Baik, aku akan melakukan apa yang kamu inginkan.” Setelahnya Abram tidak mengatakan apapun lagi dan berbalik langsung pergi, benar-benar meninggalkan Neron sendirian. “Aku tidak suka kesepian,” ujarnya melihat kepergian Sir Abram. Lalu, berbalik menoleh ruangan kosong yang dihadapinya. Seperti niat awalnya, yang pertama kali dilakukan olehnya tentu saja membuat makanan karena perutnya mulai terasa berderak meminta diisi jadi, dimulailah hari-harinya dalam kesendirian di pulau berkabut ini. Menghilangkan kebosanan setelah menyelesaikan tugas hariannya. Neron merasa sangat sedih juga bodoh tidak ada apapun yang bisa dia pelajari padahal seharusnya, dia sudah mulai belajar tentang hal-hal menyangkut sihir karena tekadnya sudah bulat meski, sulit dia akan mencari cara agar dia bisa memiliki Mana dan menjadi penyihir pertama yang membuat terobosan luar biasa dan akhirnya menjadi orang ternama. Plak!! Akhirnya Neron menampar dirinya sendiri karena pikirannya yang terlalu keren untuk bisa terwujud. Memangnya ada hal yang seperti itu jika, ada apa takdir bisa berpihak padanya, bukan orang lain? Memikirkan hal berat ini, Neron tidak bisa hanya diam tapi, berputar-putar disekitar rumah jika saja ada sebuah perpustakaan dia tidak akan terlalu menyedihkan seperti ini. Keluh Neron terhuyung-huyung berjalan dengan menyedihkan. Sampai tanpa sadar dia berjalan-jalan terlalu banyak dan melewati tempat yang dilarang Abram, si Penyihir penyendiri itu dan tiba-tiba saja terbersit godaan besar untuk melewati batas. Seperti, sifat nakalnya Neron tidak hanya bisa menghentikan pikirannya sebaliknya, tubuhnya sendiri yang melangkah lebih cepat dari pikirannya. Kriett! Pintu kayu yang berat itu bersuara ketika terbuka dan saat itu juga sesuatu menyerbu penciuman Neron dari udara yang keluar dari ruangan itu berhembus aroma hangat hutan yang memikat. “I-ini apa?” tanyanya sungguh takjub karena bukan hanya penciumannya yang dibuat terkejut tetapi, juga pandangannya di mana Neron bisa melihat begitu banyak deretan botol-botol ramuan yang tampak berkelap-kelip dengan warna-warni indah yang semua sisinya terikat sulur-sulur tumbuhan. “Jadi, seperti ini tempat kerja Sir Abram?” Neron menyentuh meja panjang berwarna coklat kayu lalu melihat sebuah kuali besar yang juga terjalin dengan beragam tabung-tabung lainnya yang bisa ia tebak jika, benda-benda itu merupakan alat untuk para Alcemist seperti Sir Abram bekerja membuat ramuan ajaibnya. “Luar biasa sekali! Jika saja ..hah?!” Neron menarik napas melihat ke tempat lainnya lagi. “Dia banyak sekali membuat ramuan-ramuan ini dan katanya sangat berharga bukan hanya khasiatnya tetapi juga, bahan-bahan yang digunakan merupakan hal langka semua sampai, dia tidak mau melepaskannya. Apa dia tidak mau untuk menolong orang-orang lain di luaran sana tetapi, malah menolong para monster di dalam hutan sana?” Neron berbicara sendiri dan tidak pernah ada yang akan menjawabnya. “Jika Sir Abram tidak ingin memberikan hasil-hasil ramuannya apa dia tidak akan keberatan memberikan ilmunya? Harusnya dia punya muridkan, agar bakatnya tidak menghilang begitu saja nanti? Apa dia tidak bisa menerimaku saja sebagai muridnya,” ujar Neron seakan berkeluh kesah pada ruangan kosong di depannya. Hanya dengan berdiam diri saja Neron merasa sangat nyaman dan tidak hanya diam untuk menonton saja. satu persatu dari hal di sana mulai dijelajahi dan dipelajarinya setelah menemukan deretan buku tua dari ruang bawah tanah yang tertanam di lantai yang tanpa sengaja Neron temukan setelah dia hampir saja jatuh sepertinya karena terburu-buru Sir Abram tidak merapihkannya dengan teliti. Ruangan itu hanya dipenuhi oleh buku-buku yang Neron tebak ditulis Sir Neron sendiri tidak hanya tentang buku-buk ramuan yang terdiri dari bahan dan hasilnya yang entah itu gagal atau berhasil semua ditulis rapih dan teliti. Satu lagi yang paling banyak menjadi bahan percobaannya tertulis nama-nama hewan monster seperti Burung Bilix, yang kehilangan sayapnya. Sir Abram memberinya ramuan penumbuh tulang berbeda dengan yang diminumnya sebagai penguat tulang. Sayang Burung Bilix kembali tumbuh dalam waktu tujuh hari setelah menghabiskan tiga ramuan penumbuh tubuh. Membaca hal tersebut membuat Neron setengah bergidik dan merasa luar biasa. “Ini sangat hebat, Sir Abram sangat luar biasa dia bisa melakukan hal-hal ajaib. Menolong para monster itu …pekerjaan apa lagi selain luar biasa lainnya. T-tapi, tapi apa ini?” Neron melihat hal lainnya yaitu catatan penting di bahan-bahan yang tercantum saat mengobati pasien-pasiennya. Neron membaca sisanya dengan perasaan tidak terkira. “K-kristal monster ular … bunga Hiris tengah malam. Eggnog, Bahan-bahan ini sepertinya sangat langka. Aku hampir tidak mengenali tanaman-tanaman itu.” Neron juga lalu, mencari-cari ramuan yang pernah dibuatkan Sir Abram untuknya. Ramuan penguat tulang , setelah menemukannya dia lebih terkejut bahan-bahan yang digunakan sama banyak dan luar biasanya. Satu lagi ada bahan utama lainnya yang dia ketahui selain Kristal ular sebelumnya… ‘Kristal lebah hitam, Kristal kekuningan yang terdapat setelah kematian para lebah itu, berguna untuk menguatkan imun tubuh juag penyembuhan tulang patah.’ Itu yang tertulis di sana. Membaca hal itu Neron menjadi bersemangat. Dia merasakan baru saja mendapat pencapain sehingga, tanpa sadar dengan waktu yang berlalu Neron terus berada di sana diam-diam membaca semua halaman buku. Tidak membiarkan satu pun terlewat sampai-sampai dia pun bergerak mencari dari satu botol ramuan untuk membandingkannya, semangatnya untuk memperlajari sesuatu kembali untuk lebih besar dari sebelumnya. “Rasanya aku ingin jadi seperti Sir Abram? Dia sangat jenius dan langka ..,” ujar Neron menutup bukunya untuk hari itu. Cahaya dari lampu tempel yang menggunakan Kristal Mana sudah menyala berarti malam sudah datang tanpa terasa, perutnya pun sudah keroncongan perlu diisi sebelum nanti dia ingin mengisi otaknya lagi dengan pengetahuan yang berada di sini. “Kita lanjutkan nanti… aku lemas! Aku harus makan terlebih dulu, ah, ya, aku juga harus hati-hati jika mereka sudah kembali.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN