Dae mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya yang terasa begitu berat. Dia tak tahu sejak kapan dia tertidur, yang pasti begitu Dae penglihatan Dae membuka, pemandangan di sekitarnya masih sama. Yaitu, kumpulan berpot-pot anggrek. Bedanya, keadaan sekitar sudah agak remang-remang bersinar jingga. Ah. Dia masih di lab anggrek. Dae terbengong sejenak. Mencoba mengumpulkan nyawa yang masih jalan-jalan. Terakhir kali Dae ingat, dia tak sendirian di sini. Ada Kenji bersamanya, tetapi ke mana perginya pemuda itu sekarang? Keheranannya lantas terjawab kala sebuah suara familiar terdengar. “Udah bangun?” Dae terperanjat, mengangkat kepala yang rupa-rupanya sedari tadi bersandar di bahu si pemuda. “Sejak kapan aku ketiduran? Terus kok Kak Kenji udah bangun? Kenapa nggak bangunin aku jug

