Dae tak mengerti mengapa pemuda itu menjadi seperti saat awal pertemuan. Padahal kemarin Dae rasa semuanya masih baik-baik saja. Inginnya dia mengejar kepergian Kenji tadi, tetapi presensi Ayu yang memerhatikannya dari sudut lain bersama senyum yang tampak teramat menyebalkan di mata Dae, sukses membunuh keinginan Dae tersebut. Jadilah kini Dae memilih melangkah menuju toilet. Dia tak mau memberikan tontonan tanda kemenangan pada Ayu. Begitu sampai di dalam toilet yang saat itu tengah sepi, Dae segera meletakan ransel mini ke atas wastafel sembari meringis nyeri. Luka di lututnya baru terasa perih lagi, membuat Dae kesulitan menekuk maupun meluruskan kaki. Namun Dae tak sedikit pun memberi atensi pada rasa nyeri itu, sebab kini fokusnya teralihkan pada ponsel di genggaman. Dae mencari his

