LIMA PULUH TUJUH

1022 Kata

Hari kamis ini mapala mandara giri melaksanakan sesi latihan panjat tebing pada siang hari selesai jam perkuliahan. Dae berjalan sendiri menuju lokasi, sampai kemudian dia tidak sengaja bertemu dengan Aroo yang juga sedang hendak pergi ke sana. "Bang Aroo!" panggilnya. Aroo menoleh, segera tersenyum dan melangkah menghampiri Dae. Pandangan Aroo jatuh pada luka di lutut Dae yang telah mengering. "Gimana sama lukamu? Masih sakit? Nanti bisa ikut latihan? Kalau nggak, mending kamu istirahat aja dulu." "Nggak kok, kakiku udah sembuh. Cuma luka kecil doang."  "Bener?" tanya Aroo tak yakin.  "Bener. Nih kalo nggak percaya. Aku udah bisa lompat-lompat." Dae lantas meloncat-loncat kecil, tetapi dilompatan ketiga ia meringis. Aroo menghentikkannya. Memandangnya cemas. "Udah-udah berhenti. Itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN