“Hikss, Kak Kenji sialan! Kak Kenji b******n! Hikss... jahat! Hiksss, kenapa sih nggak bisa berhenti nangis! Hikss! Kamu bego Dae! Bego banget! Cewek paling bego yang pernah lahir dimuka bumi! Hikss....” Gerakan tangan Dae memukuli kepalanya seketika terhenti paksa waktu dia merasakan seseorang mencengkram kedua pergelangan tangannya. Pelan-pelan Dae mengangkat kepalanya yang tadinya menunduk. Kembali buru-buru menyembunyikan wajah waktu menemukan kalau orang itu adalah Aroo. “Saya nyariin kamu kemana-mana karena khawatir kamu kenapa-napa, lama banget balik dari toilet. Tapi ternyata kamu malah ngumpet diruang sekretariat.” Dae malu. Malu kedapatan menangis sebegini kacaunya dihadapan Aroo. Dae berusaha menarik tangannya, tapi Aroo tak membiarkan itu. “Lepas, Bang. Lepasin.” “Kalau aku

