LIMA PULUH SEMBILAN

1058 Kata

“Didi matamu bengkak, kamu habis nangis semalem?” Damunta tidak tahan lagi melontarkan kalimat tanya tersebut, begitu melihat adiknya tampak sangat tidak ada semangat.  “Nggak apa-apa, A. Aku baik-baik aja,” sanggah Dae. Dae tidak yakin Damunta mengetahui perihal kasusnya kali ini bersama Aroo, mengingat dia sebetulnya bukan jenis orang yang up to date, kecuali Duta sendiri yang memberi tahu laki-laki itu seperti saat kasus Dae bersama Kenji kemarin. “Kamu nggak tau, Dam?” tanya Duta disela-sela kunyahannya. “Apa?” “Tentang foto Dae pelukan sama cowok.” “Apa? Pelukan?” “Udah aku tebak, kamu nggak baca chatku kemarin. Kenapa? Mau bilang sibuk ngurusin mahasiswa? Bukannya sibuk pacaran sampai lupa merhatiiin adek sendiri?” Damunta mengerutkan kening mendengar nada suara Duta yang ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN