LIMA PULUH

1175 Kata

Infus yang menusuk punggung tangan, serta wajah damai nan pucatnya yang tertidur. Segala sesak yang menghimpit rongga d**a bertambah berkali-kali lipat, begitu benaknya di hantam fakta bahwa dirinya lah yang menjadi alasan bagi berakhirnya wanita paruh baya itu di sini.   Kenji membawa tangan yang tak lagi kencang di makan usia ke dalam genggamannya—salah satu yang terbebas dari selang infus. Rasa hangat langsung menyengat kulit Kenji yang terasa dingin sedari tadi. Hanya ada dirinya dan sang Mami di sana. Uttari yang tadinya menemani Mayang, telah keluar dari sana begitu Kenji masuk. Mencoba memberi kesempatan bagi Kenji dan Mayang untuk membuka kesempatan bicara. Tangan keriput dalam genggaman Kenji bergerak membalas. Hal kecil yang sukses membuat adrenalin Kenji mendadak terpacu meleb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN