ENAM PULUH EMPAT

925 Kata

“Kamu ngapain ngajak aku ke sini sih? Nggak-nggak. Kamu bukan ngajak. Tapi kamu nyulik aku, tiba-tiba dateng ke rumah dan nyeret aku ke sini.” Dae mengacungkan jarinya dan menatap Randu sinis. “Cepet bilang apa mau kamu! Atau aku telpon Aa aku dan kamu abis dijadiin tempe penyet.” Randu mengembuskan napas panjang, melempar tubuh ke atas sofa panjang di sana. Meraih remote control dan mengarahkannya ke tv besar di depan sana. Saat ini mereka berdua tengah berada di ruangan karaoke, dengan lampu redup yang warna-warni. “Aku lagi suntuk, Dae,” jawab Randu kemudian, begitu selesai memilih lagu yang akan dia nyanyikan. Diambilnya dua mic yang teronggok di atas meja, lalu bangkit menghadap Dae. “Belakangan tugas gue di kampus banyak banget. Entah itu di organisasi, ukm, apalah itu. Jadi buat sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN