Kilas balik kejadian beberapa tahun yang lalu seketika berkelebat dalam benakku. Pada saat itu, usiaku masih 7 tahun. Aku sedang berlari-lari di sebuah taman kompleks perumahanku berada. Mama dan Papa sedang pergi ke rumah Nenek, sedangkan aku bermain sendiri. Abang Anjar sebenarnya tadi menemaniku, tetapi katanya dia ada urusan sebentar sama temannya. Alhasil, aku pun ditinggal sendirian di taman bermain tersebut. “Hai, Cantik. Apa Om boleh ikut mainan bareng kamu, Sayang?” Dengan polosnya, aku mengangguk saat itu. Tidak ada kecurigaan ataupun kekhawatiran akan identitas lelaki yang memakai jaket, celana, hingga topi serba hitam. Aku bahkan masih teringat ketika pria itu membuka maskernya, lalu menyodorkan satu buah permen lolipop kepadaku. “Kamu mau?” “Mauuuu!” seruku saat itu. Us

