89. Terima Kasih Mama

3062 Kata

“Lah No, mana si kembar?” tanyaku begitu menyusul ke kamar bayi. “Balik kamar kali!!” jawab Nino. “Ayo!!” ajakku tergesa Nino menurut walaupun mesti aku seret karena dia sibuk menelpon Noni. “Di kamar bini elo, gak usah panik” omelnya sambil memperbaiki kaosnya yang aku tarik. Kami masuk lift, dan aku tidak sabar melihat si kembar. “Kok cepat Rey?” tanya Nino melihat Rey sudah menggendong salah satu si kembar dan anakku yang lain sudah menyusu pada Kezia. “Hanya setengah jam setiap hari” kata Rey. “Yang, aku udah ngobrol sama Rey, ganti metode lain aja untuk terapi si kembar…” lapor Noni. “Trus?” tanyaku tidak sabar. “Mending di jemur aja kalo pagi, trus pake tehnik kangguru biar supaya badan si kembar hangat terus” jawab Noni dan di angguki Rey. Aku menghela nafas lega, Nino ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN