Di mulailah episode aku yang berusaha menepati janjiku untuk jadi imam yang baik untuk Kezia. Bangun subuh, aku langsung bangun, karena harus bantu Kezia ke kamar mandi juga. Setelah absen subuh berdua, kami sarapan sambil menunggu bajuku di antar supirku ke rumah sakit. “Yang jangan lupa nanti siang absen lagi ya” pintanya saat melepasku pergi kerja. “Ingetin dong, kan sekarang aku sedang usaha sadar kewajiban” jawabku. Dia tersenyum. Senyumnya itu loh yang membuatku semangat kerja. Kak Sella yang menemaninya di rumah sakit, dan papaku ternyata ngeyel dengan minta ikut. Ya sudahlah, di larang juga susahkan?, tapi papa janji kalo kak Sella tidak ke rumah sakit, papa tidak akan ke rumah sakit. Ayah mertuaku, juga banyak membantuku di kantor. Aku jadi bisa focus pada urusan pekerjaanku d

