86. Mulas

3106 Kata

Aku sangat berusaha sekali bersikap santai, tapi ya gak bisa. Tubuhku ada di Manchaster, tapi pikiranku di Jakarta. Aku khawatir pada Kezia. Apalagi dia jadi sering mengeluh kalo aku telepon. “Kakiku bengkak Yang” keluhan pertamanya. “Pinggangku sakit Yang, terus aku pipis terus” keluhannya yang kedua. Atau, “Aku kaya di penjara Yang, bang Nino galak banget, makananku di sensor” keluhannya yang ketiga. Aku hanya bisa menenangkannya dengan berjanji cepat pulang. Masalah kakinya yang bengkak, aku meminta kakakku mengajaknya jalan jalan, kalo meminta Noni pasti Nino ribet. Soal pinggang yang sakit, untung Nino cepat tanggap dengan memanggil tukang urut ibu hamil, Kezia akhirnya berhenti mengeluh. Soal makanan baru aku menelpon sepupuku. “Jangan terlalu keras soal makanan sama bini gue.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN