Keputusan bodoh

1409 Kata

Bimo, Leo, Irfan saling lirik melihat raut wajah William yang tampak kacau. "How's going?" William menghela nafas panjang dan menegak kembali cairan berwarna coklat beraroma pekat itu. "Apa lo sedang gila bro? Nggak biasanya lo minum sebanyak ini." ujar Irfan heran, lelaki itu sampai geleng-geleng kepala memandang ngeri botol whiskey yang sudah kosong satu. Namun sahabatnya itu masih saja belum ingin berhenti meminum minuman yang katanya tidak sehat untuknya. "Iya, gue tau liver gue bakal sekaraat. Tapi otak dan hati gue lebih membutuhkan ini, jadi liver gue kalah suara bro." ujarnya yang begitu random. Lagi-lagi Bimo tergelak mendengar ucapan William, dirinya tak habis pikir dengan sahabatnya itu. Dalam sejarah William bukanlah manusia yang akan merasakan yang namanya sakit hati. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN