"Ta, ini guling mau sampai kapan, sih, di sini?" tanya Shaka dengan memeluk guling yang berada di antara dia dan Tita. "Lah emangnya kenapa?" Sebenarnya Tita sudah sangat mengantuk. Beberapa hari setelah pernikahan, tidurnya benar-benar tak teratur. Dia takut kalau tidur lebih dulu dari Shaka. Takut lelaki itu melakukan hal yang aneh-aneh. Padahal kalau pun nyatanya iya, toh Shaka suaminya, tak ada hukum yang melarangnya. "Ini udah dua minggu, lho, Ta. Gak boleh gitu colek-colek dikit?" tanya Shaka dengan raut muka memelas. Tita yang awalnya tidur secara terlentang langsung menoleh ke arah Shaka. "Jangan ngarep yang aneh-aneh!" bantahnya. Shaka mengembuskan nafas pasrah. Istri kecilnya itu terkadang benar-benar merusak kewarasannya. Dia lelaki normal, sudah matang pula, sering kali me

