Kesempatan Dalam Saku Celana

1025 Kata

"Dari sekian banyak cafe di kota ini, kenapa sih harus ketemu kamu lagi, kamu lagi?" omel Tita dengan menggebu-gebu. Hilang sudah julukan Raden Ajeng Ayu yang tersemat padanya. Genggaman tangan Atta sontak terlepas pula. Membuat Tita mengutuk Shaka keras dalam hatinya. Padahal dia sudah mendamba sedemikian lama untuk moment seperti ini. Dan sekarang hancurlah sudah. "Lah emang kenapa? Yang penting ini untuk umum, kan?" Shaka bersandar pada dinding gazebo, melihat Tita dengan menaik turunkan alis menggoda. "Katanya sultan, kan? Harusnya bisa bayar makanan di hotel bintang lima. Kenapa mesti di sini? Bangkrut?" ledek Tita dengan tersenyum miring. Mendengar ucapan Tita, raut wajah Shaka sontak berubah. Shaka menegakkan tubuh, berjalan mendekat lebih dekat ke arah Tita. Gadis itu menelan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN