Baim menggeliat saat bahunya diguncang pelan. Siapapun yang membangunkannya, ingin sekali dia hadiahi omelan. Setelah acara panjang pernikahan Intan yang berlangsung dari pagi hingga malam, dia baru saja terlelap sebentar. Dan sekarang tidurnya diganggu. Berhubung guncangan tak berhenti dan diiringi suara lembutnya memanggil, "Im." Suara Mama. Mau tak mau Baim membuka mata. Perih. Dia kembali memejam untuk beberapa saat sambil menggumam, "Apa, Ma?" Dengan suara serak. "Bangun sebentar, ada yang mau ketemu," suruh Mama. Baim mengernyit masih dengan mata terpejam, tapi sebagian besar kesadarannya sudah dia dimiliki. "Siapa?" Seingatnya orang tua Sofia sudah berpamitan tadi. Siapa lagi yang ingin bertemu dengannya, sedangkan ada Papa di rumah? Baim bertanya-tanya. "Om Nugroho." Kondis

