Bu Rossi tentu tak tahu dilematik yang kuhadapi. Saat berhenti secara mendadak dulu, Tante Yuli tak menjelaskan banyak. Mungkin hanya persoalan keluarga yang dijadikan alasan. Soal hubungan antara aku dan Fikri, bosku sama sekali tak mengetahui. Maka, ketika hari ini Bu Rossi menelepon ke kantor atas dan memintaku membantu penandatanganan akta, aku langsung gelisah. Tak mungkin berkata tidak, jadi aku bertanya pada Nisa akan ada penandatanganan apa. "Ada tiga realisasi hari ini. Yang dua dari BMI, yang satu bank lain. Waktunya barengan, makanya kamu disuruh ke bawah." Perutku makin mulas mendengar penjelasan Nisa. "Gimana, ya, Nis?" Nisa tak langsung menjawab, aku mengerti dia sama bingungnya. "Dengar-dengar Bu Rossi lagi nata ulang ruangan. Katanya biar kamu bisa balik ke bawah, Fi."

