Bukan Selesai, Tapi Berakhir

1097 Kata

"Kenapa?" tanyaku dengan suara pelan, mungkin Baim tak mendengarnya. Lalu kukumpulkan segenap tenaga yang kupunya untuk melanjutkan bicara. "Kupikir masalah kita sudah selesai." Aku kembali meremas lengan Baim, kali ini dengan kedua tangan, tapi rasanya jari-jariku begitu lemas. Berhasil, aku berhasil membuatnya menoleh. Kulihat matanya memerah menatapku. "Bukannya masalah kita sudah selesai," ulangku dengan pandangan mengabur. Tak lama genangan itu menetes di pipiku. Baim mengangguk samar. "Ya, sudah selesai." Aku menggeleng pelan. "Ini bukan selesai, tapi berakhir," ucapku lemah. "Kamu bilang hidup bersamaku berat, kan." Air mata menetes di pipi Baim. "Sekarang aku permudah." Dia balas meremas tanganku, begitu erat. Sentuhannya itu membuat air mataku tak berhenti keluar. "Kak Bai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN