Weird

2025 Kata
Jennie Pov Aku benci Chaeng! Aku benci Jisoo!  Kenapa mereka mendesak ku dan Lisa?? Aku benci saat dimana aku dan Lisa dihalangi untuk bersama! Huh! ini semua karena Chahee..  Andai saja dia tidak membuatku kesal karena permintaanya.  Aku melempar tubuhku ke ranjang dengan kasar, lalu aku menendang serta memukul ranjangku seperti orang mengamuk, Aaaarghhhh!!! SEBAL SEBAL SEBAL!! Ini akan membuat aku dan Lisa canggung ke depanya.  Aku tertidur dalam kondisi marah, aku lelah mengamuk sendiri hingga aku akhirnya aku tertidur. Namun, yang membuat aku terbangun dipagi hari ini adalah tentu saja karena Lisa sedang menepuk pahaku yang masih ditutupi selimut,      "Unnie... bangunlah, kita ada kelas pagi ini." ucapnya sambil menggoyangkan kakiku.  Seperti pagi pagi biasanya, dia pasti membangunkan aku karena hanya dia yang memegang kunci kamarku. Kenapa hanya Lisa yang memegang kunciku?? entahlah~, aku hanya ingin hanya dia yang membangunkan pagiku, itu terasa indah bagiku. Aku mengucek kedua mata dengan jari telunjuk ku, dan kemudian perlahan mendudukan tubuhku. Lisa terlihat sedikit berbeda pagi ini, biasanya ketika aku duduk berhadapan denganya seperti ini, dia akan mengelus rambut berantakanku, atau mengelus pipi tembamku, tapi... pagi ini, dia hanya diam melihat aku bangun.      "He'um... Aku akan mandi." balasku sambil mengangguk.  Lisa memajukan bibirnya, berusaha untuk mencium pipiku seperti biasanya, tapi entah kenapa tanpa sadari aku justru memundurkan wajahku. Setelah aku sadar kalau baru saja aku menolak kecupan Lisa dipagi hari, aku pun memajukan wajahku untuk dikecup olehnya, tapi entah kenapa dia juga justru memundurkan kepalanya.  ahh... aku rasa kita sudah mulai canggung sekarang.      "Aaah... jadi... mau di cium atau tidak?" Dia bertanya dengan terbata tanpa melihat kearahku, dia juga mengusap tengkuk lehernya sekarang.      "Hemm... aku rasa, aku baik baik saja pagi ini. Aku akan mandi," ucapku langsung beranjak dari ranjangku dan langsung meninggalkan Lisa di tepi ranjangku.  Aku berjalan keluar kamar dengan handuk di pundak ku, aku mengomel pada diriku sendiri sambil memukul kepala ku berkali kali dengan pelan,  Bodoh bodoh bodoh! jangan canggung padanya!  Kau membutuhkan dia KIM JENNIE... Aku melewati Jisoo unnie dan Chaeng yang sedang duduk di meja makan, mereka mungkin melihatku bertingkah aneh tadi, tapi yasudahlah~                                                                                           ~¤~ Kami berjalan menuju kampus bersama, Biasanya aku akan mengklaim lengan Lisa duluan sebelum di klaim Jisoo atau Chaeng, tapi.... hari ini aku membairkan Chaeng mengklaim lengan Lisa. Aku sedikit sedih karena itu, huuhh... tapi tak apa, lengan Jisoo unnie juga cukup menenangkanku pagi ini.      "Apa kalian akan makan siang di apartement nanti? Aku akan ada di apartement siang ini, karena kelasku hanya sampai jam 10.00 KST" Jisoo berucap pada kami bertiga sambil berjalan.      "Aku akan menemanimu di apartement, tapi mungkin aku akan pergi ke toko kain bersama Hyerin unnie dulu. Bagaimana denganmu Lisa?" Chaeng menjawab pertanyaan Jiso, kemudian dia menoleh kepada Lisa yang berada di sampingnya.      "Ahh.. Aku? Hemm.. aku akan nongkrong bersama Taehyung dan Suga nanti, mungkin aku akan pulang malam." Jawab Lisa sambil tersenyum tipis. Aku mendengarnya, Lalisa akan pulang malam. Huuh... Biasanya dia tidak nongkrong dengan teman-temanya itu sampai malam, dia hanya akan keluar malam jika itu bersama kami.     "Jangan pulang lewat jam 12. Kau tau aturan kita kan?!" Jisoo unnie menegaskan Lisa untuk tidak pulang larut. Lisa menganggukan kepala, lalu dia melirik ku yang berada di belakangnya. Aku melihatnya, saat dia melirik ku dan saat aku memergoki dia melirik ku dia langsung memalingkan wajahnya. Ini benar benar terasa canggung jadinya. Ini semua karena prasangka 2 wanita sialan yang berada dengan kami, huh! Saat kami berjalan, aku melihat Chahee yang melihat kami berempat. Aku tau Chahee akan menghampiri kami, dan aku tidak mau dia kesini, jelas dia kesini hanya untuk melihat, menyapa dan menggoda Lisa dengan mata dan senyumanya itu.     "Itu Chahee unnie.." Rose menunjuk kearah Chahee yang sedang berjalan menghampiri kami. Aku menghentikan mereka, "Aku akan pergi bersama Chahee! Jisoo unnie, aku akan menemanimu di apartment siang nanti. sampai jumpa!" Ucapku tergesa gesa dan langsung berlari menghampiri Chahee. Ketiga temanku menatapku aneh, tapi aku hanya terus berlalu meninggalkan mereka dan langsung menarik Chahee menjauh.     "Hei... ayo ke kelas! Hehehe" kekehku sambil menarik lengan Chahee. Chahee menolak melangkahkan kakinya ke kelas, dia terus menoleh ke arah Lisa, dan aku semakin menariknya.  Chahee menghentikan aku di depan kelas, dia menatapku kesal.     "Apa yang kau lakukan?!" Tanya nya padaku.     "Apa maksudmu?" Aku mengangkat kedua alisku seraya menatapnya dengan polos.     "Kau menjauhkan aku dengan Lisa, semenjak aku meminta izinmu untuk mendekatinya!" Ucapnya dengan nada serius. Well... memang itu yang kulakukan!     "Apa?? Aku tidak melakukanya!" Elak ku sambil melempar pandangan dan menyilangkan tangan di depan d**a.     "Kau menyebalkan Jennie!" Ucapnya dengan wajah kesal dan dan kemudian berlalu masuk ke kelas meninggalkan aku. Hahhh~, haruskah aku melakukan ini? Maksudku... lihat Chahee! Dia marah padaku. Baiklah.. aku tidak akan menghalangimu lagi Chahee. Aku duduk disamping Chahee. Dia masih marah padaku, jadi dia mengacuhkanku dan fokus dengan bindernya. Aku menghela nafas dan menarik lenganya, "Chahee..." panggilku. Dia hanya menoleh sebentar, lalu memalingkan lagi wajahnya.     "Kau sungguh menyukai Lisa??" Tanyaku dengan wajah lirih.     "Apa aku harus memperjelasnya?!" Dia berucap dengan penuh penekanan. Aku pun menundukan kepalaku, menahan sesuatu yang mengusik di hatiku. Kenapa mesti Chahee??!! s**t! Aku tidak bisa membuat hubunganku dan Chahee memburuk.     "Baiklah... aku akan membantumu mendekati Lisa." Ucapku dengan tertunduk lesu. Dia menoleh kearah ku semangat, wajahnya berubah berseri, dan dia mencengkram erat pundaku ku.     "Sungguh??!!" Teriaknya kepadaku. Aku hanya mengangguk pelan.     "Gomawo Jennie-yaa!!! Jinja Gomawo!!" Ucapnya sambil memeluk tubuhku, dan aku hanya tersenyum palsu dipelukanya. Haruskah aku membagi Lisaku?? Huuh... it's really hurt me.  Professor belum datang, dan aku malah melihat Mino, Taeyang dan Bobby baru memasuki kelas. Mino memposisikanya duduk di sebelahku, dan kedua temanya di belakang. Sedikit aneh karena tiba tiba dia duduk disini,     "Hei Jennie.." sapanya padaku, Aku hanya mengangkat kepala dan kemudian mengacuhkanya,     "Kau tidak bersama temanmu? Emm Maksudku... yang kemarin!" Tanyanya padaku.     "Tidak, dia ada kelas." Jawabku seadanya.     "Aahh.. begituu.." Mino menganggukan kepalanya tanda dia mengerti, beberapa saat kemudian dia mengeluarkan buku dan kembali mengusik ku.     "Ku dengar kau ingin menjadi rapper? Benarkah?" Tanya nya lagi. Aku menoleh kepadanya, "He'um, aku suka nge rap" jawabku sambil menganggukan kepala pelan.     "Aku bisa membawamu ke studio kami! Ah maksudku... studio tempat kami bernyanyi."     "What? Kamu bernyanyi?!" Tanyaku terkejut. Mino penyanyi?! Aku baru tau itu... apa dia sungguh sungguh?!     "Aku masih belajar, hanya saja... aku rapper di grup ku. Jika kau mau, aku bisa mengajarimu." Jelas nya padaku. Aku senang mendengarnya! Seseorang akan mengajariku menjadi rapper , ini kesempatanku!     "Aku mau!" Ucapku semangat kepadanya, Dia tertawa renyah melihat semangatku, "Jadi... kapan kau siap?" Tanya nya.          "Pulang kuliah! Aku bisa meluangkan waktu setelah kelas selesai!" Ucapku lagi lagi dengan semangat menggebu. Lalu Profesor masuk ke kelas, semua mahasiswa kompak mengeluarkan binder dan alat tulis,     "Baiklah... setelah ini, kita akan pergi ke studio." Bisiknya di telingaku. End Jennie Pov                                                                                        ~¤~ Lisa Pov Pagi ini aku membangunkan Jennie unnie, dan semua terasa berbeda setelah apa yang kita alami kemarin kemarin. Canggung dan aneh. Ketika aku ingin menciumnya di pagi hari, dia menghindar! Baiklah... ini sudah menjadi aneh, melakukan hal yang biasa aku lakukan menjadi sangat aneh! Aku memutuskan untuk pergi nongkrong bersama Taehyung dan Suga, yupss.... aku memilih bolos masuk kelas, dan aku tau 2 temanku itu pasti juga membolos di cafe hanya untuk bermain game online! Yah.. mereka mengambil wifi cafe untuk bermain game di laptop. Begitulah anak Informatics Engineering menghabiskan waktu bersama, dengan bermain game di laptop.     "Kau tidak Join Ace?!" Tanya Suga padaku, yah... mereka memanggilku Ace karena merasa canggumg    bermain dengan seseorang yang bernama perempuan, seperti Lalisa. Kalian tau?? Anak Informatics Engineering mayoritas pria, hanya ada beberapa wanita disana. Mereka semua tidak memperdulikan penampilan karena sungguh, kami tidak saling tertarik dengan teman sejurusan kami; mereka semua membosankan.     "Aku sedang tidak bersemangat." Jawabku lesu sambil meminum ice machiatto ku di meja.     "Kenapa? Tumben sekali!" Sambar Taehyung yang masih fokus pada layar laptopnya.     "Mati mati mati.. Aaaakkhh!! s**t!" Suga bersuara dengan kencang sambil mengetik keyboard nya dengan kasar. Dia sedang bermain Call of Duty, dan dia baru saja kalah.     "Apa kau ada masalah?!" Tanya Suga sambil menyandarkan bahu ke sofa sambil  menunggu babak selanjutnya di game,     "Aku sedang bermasalah dengan Jennie." Jawabku lesu.     "Yaa yay yay sedikit lagi, terus terusss AAAAKKKHH!!!" Taehyung berujar sambil serius berperang di game, "i***t!" Umpatnya sesaat dia juga kalah di peperangan karena teman online nya yang tidak becus.     "Masalah apa?" Taehyung bertanya sambil meminum kopi hitamnya.     "Huhh... Jisoo dan Chaeng menyangka kami berkencan." Ucapku dengan menghela nafas lirih. Taehyung dan Suga menatapku lekat, dan aku membalas itu dengan tatapan aneh.     "Bukan nya kalian memang berkencan?" Suga berucap tanpa dosa dengan wajah menyebalkan itu.     "Yakk!! Aku hanya... bersahabat denganya." Balasku. Taehyung dan Suga saling lirik, dan kemudian menggelengkan kepala.     "Ace... kita semua tau kalau kau..." mereka berdua melihat ke arah selangkanganku, "memiliki Jun , apakah.. dengan semua yang kau lakukan bersama Jennie, kau masih bisa bilang itu hanya.... sahabat?" Taehyung bicara dengan sangat hati hati padaku.     "Benar! Maksudku.. apa kau tidak merasakan kalau hubungan kalian memang tidak seperti sepasang sahabat." Suga mendekatkan tubuhnya condong ke arahku. Aku memundurkan wajah dan menatap kedua teman ku dengan aneh,     "Y-y-yaaak yaakk! Bukan berarti aku punya Jun, lalu aku tidak bisa melakukan hal hal itu pada Jennie kan?!!" Teriak ku pada mereka. Suga berpindah posisi ke sofaku dan Taehyung, mereka berdua merangkulku dan mendekatkan wajah mereka.     "Ace.. kalau begitu, apakah aku boleh mencium Jennie juga? Maksudku... aku hanya akan menganggapnya sahabat, bolehkah?" Suga berucap dengan santai di telingaku. Sontak aku mencengkram kerahnya kencang, dan berniat untuk meninju wajah mulusnya,     "Yaaakk... Brengsek." Ucapku garang, Suga dan Taehyung menahanku, mereka menahan tawa melihat ekspresiku,     "Ini yang kamu bilang sahabat?? Hahahhaa... bodoh!" Suga melepaskan cengkraman kerahku dan menggelengkan kepala sambil tertawa. Taehyung ikut menertawakanku, dan mereka menepuk pundak ku pelan, "kau menyukainya! Jangan mengelak! Hahahaha" ucap Taehyung.     "T-ti-tidak!" Elak ku lagi.     "Terserah kau sajalah, i***t!" Taehyung mengacungkan jari tengahnya padaku, dan kembali ke permainan game nya di laptop. Apakah iya? Aku... menyukai Jennie? Aku pun mengingat semua yang telah aku lakukan pada Jennie, semua sikap manisku padanya, dan semua sikap manja nya padaku. Tanpa sadar aku tersenyum lebar mengingatnya, aku berdecih malu saat menyadari tingkahku saat bersamanya. JENNIE.... Tanpa sengaja aku menundukan kepalaku, dan mataku terbelalak bahkan hampir keluar, HOLLY s**t!!! Jun bangun! Sialan Jun... tidurlah nak tidur!!! Aku sedang memakai Jeans ketat, dan kau sungguh menonjol, Damn it! Jun tidak ingin tidur, dan aku sangat gelisah karena ini sangat menyiksaku, Jun sesak nafas di dalam Jeans ku, dan aku jadi ikut kehabisan nafas. Baiklah Jun, baiklah!  Apa yang membuatmu bangun ha?? Aku akan bertemu ibumu, baik! Aku akan bertemu denganya, tapi... tidurlah untuk sekarang nak! Kumohon.... Tak ada pilihan... Aku tidak mau membuat Jennie canggung lagi, aku harus menemuinya, dan berbicara sedikit tentang ini.      "Ace!! Apakah sore ini jadi??!" Teriak Suga padaku yang sudah membuka pintu keluar cafe. Aku menganggukan kepalaku pasti dan kemudian keluar meninggalkan mereka yang masih berkutat dengan laptop dan headphone mereka.  Aku berlari cepat menuju kelas Jennie, dia akan pulang jam 12.00 KST hari ini, dan seperti biasa aku ingin menjempunya di kelas. Sesampainya di depan kelasnya, aku melihat Profesor masih berada di dalam, dan aku menunggunya di depan kelas.  10 Menit aku menunggu, akhirnya Profesor keluar kelas, dan aku langsung bersiap berdiri tegap menunggu Jennie; calon ibu Jun.  Jun..  Ibu mu akan keluar, berjanjilah jangan bangun dulu! oke?! Aishh... semenjak kapan kau bangun karena memikirkan Jennie??! Sialan kau Jun! Akhirnya, wanita bermata kucing itu keluar kelas, dan aku sudah tidak sabar menunggunya menghampiriku jadi.... aku duluan yang mendekatinya.      "Unnie.." sapaku saat aku sudah berhadapan denganya.  Dia hanya diam, tak sehangat biasanya. Aku tau, dia masih canggung. Baiklah. Aku ingin mengambil tas selempangnya untuk aku bawakan, tapi dia menjauhkan itu dariku. Dia sedang bersikap seperti orang asing padaku, why?     "Kau disini? kau bilang kau akan bersama Taehyung dan Suga." ucapnya padaku dengan nada dan wajah datar. Aku menganggukan kepalaku dan tersenyum tanggung padanya, "Aku ingin menjemputmu, dan mengantarmu ke apartment dulu, setelah itu baru aku akan pergi bersama mereka." Jelasku padanya.  Aku tau, ini berlebihan. Aku tidak se-semangat ini biasanya, tapi ini jelas karena aku sudah tau... kalau aku terpengaruh olehnya. Aku terpengaruh pada Jennie, dan aku ingin memperjelasnya.      "Kau tidak perlu melakukanya." ucapnya singkat padaku,  What?? Apa aku tidak salah dengar? Ayolahhhh... dia biasanya sangat senang jika aku bersikap manis dan memprioritaskan dia.     "Hem?? Begitukah??" ucapku canggung dan langsung memalingkan wajah seraya menggaruk rambutku yang tidak gatal.      "Jennie!!" Teriak seorang pria yang baru saja keluar kelas kearah kami.  Jennie langsung menoleh kearahnya sambil tersenyum, dan aku melihat senyuman itu... dia tidak pernah tersenyum kepada orang lain, dia putri Es di kampus!     "Hei..." Jennie menjawabnya dan kemudian menghampirinya, dan aku?? aku tergugup melihat itu, aku diacuhkan olehnya(?) Benarkah?!     "Lisa-yaa... Aku akan pergi bersama Mino." Jennie berucap kearahku.  Aku langsung menghampiri Jennie dan memegang lenganya, aku menyatukan alisku di tengah tengah mata, "Apa maksudmu? Kau berjanji untuk menemani Jisoo unnie di apartment siang ini." bisik ku padanya.     "Aku sudah mengirim Jisoo unnie pesan, aku akan pulang sore hari ini." Jennie melepaskan lenganya dan peganganku, dan kemudian pergi meninggalkan aku begitu saja.  SHIT!!  Apa apaan itu tadi?! f**k!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN