Confused

1864 Kata
Jennie Pov Apa aku tidak salah dengar?  Chahee ingin mendekati Lisa?? Ahhh s**t! Aku tidak menyukai ucapanya tadi, tapi... aku juga tidak bisa melarangnya. Aku pergi meninggalkan Chahee di lorong kampus dan menuju kelas. Ruang kelas kami seperti audotorium, berisikan lebih dari 60 mahasiswa,  Seperti itulah bentuk kelas kami di Universitas. Aku masuk ke kelas, dan duduk di kursi paling depan. Seseorang mencolek pundak ku, membuat aku menoleh ke belakang.     "Hei Jennie.." sapa pria dengan kalung rantai di lehernya, dan beberapa tindikan di alis dan telinganya.     "Wae???" Aku bertanya dengan wajah datarku. Aku tau, aku dijuluki putri Es di kampus karena sikap dinginku. Hahahaha salahkah aku jika aku tidak ingin ramah ke semua orang? Ayolah.. aku tau beberapa dari mereka memiliki hati busuk, jadi aku enggan menjadikan mereka teman.     "Bisakah malam ini kita jalan? Aku akan membawamu ke restoran mahal di dekat sini!" Dia berkata penuh percaya diri, cih... aku bahkan lebih kaya darinya, kenapa juga dia berkata seakan akan hanya dia yang memiliki uang disini.     "Pergilah sendiri.. aku sibuk!" Ketusku padanya. Teman teman pria itu tertawa mendengar aku menolak ajakanya. Beberapa mengejek pria yang barusan mengajak ku bicara,     "Hahahahaha Mino! Kau berharap apa hahahahha, Dia sudah punya kekasih. Kau tidak tau itu huh??!" Taeyang tertawa keras sambil mendorong tubuh Mino hingga Mino terhuyung beberapa centi dari kursinya. Tapi tunggu?? Taeyang menyangka aku memiliki kekasih? Aahh.. pria sok tau ini ckckck.. Aku mengacuhkan mereka dan mengeluarkan binder ku dari tas. Chahee baru masuk kelas, aku melihat wajah sumringahnya setelah aku mengizinkanya mendekati Lisa. Dia seperti dapat undian berjuta juta won, cih! Profesor masuk kelas, dan seketika suara bising berubah menjadi hening. Kami memulai perkuliahan dengan tenang sekarang. 13.00 KST Akhirnya perkuliahan selesai, dan aku langsung membereskan alat tulisku.     "Aku duluan." Aku berdiri dan bicara pada Chahee yang duduk di sampingku. Chahee mengangguk sambil tersenyum, kemudian aku berjalan keluar kelas. Di depan kelasku, berdiri seseorang yang setiap ada kesempatan pasti menjemputku dikelas. Seperti biasa, dia menyambutku dengan senyum lebar dan gigi besarnya kearahku. Aku pun membalas senyumanya dan menghampirinya, "Apa kamu menunggu lama disini Li??" Tanyaku dengan wajah sendu. Aku tau, harusnya dia sudah selesai kuliah jam 12.00 KST.     "Tidak... apa kau sudah lapar??" Lisa bertanya sambil meraih tas selempangku, dia memindahkanya ke pundak lebarnya. Lisa selalu memanjakan aku seperti ini, bagaiman bisa aku membaginya dengan kekasihnya nanti(?) Ah.. apa yang aku pikirkan! Lisa tidak akan aku bagi, dia akan seperti ini terus padaku! Sial! ini karena Chahee. Aku jadi sedikit gelisah karenanya.     "He'um.. cacing di perutku sudah demo sejak aku dikelas tadi." Ucapku manja dan menggoyangkan lengan panjang Lalisa. Lalu Mino, Taeyang, dan Bobby keluar kelas bersama, mereka bertemu aku dan Lisa yang baru saja ingin berlalu dari depan kelas.     "Itu kekasihnya! Sudah kubilang, kau saja tidak percaya!" Taeyang bicara pada Mino, suaranya sangat  kencang membuat beberapa orang yang baru keluar kelas pun jadi melihat kami. Taeyang punya mulut LEMES seperti mulut wanita. Ooh.. jadi dia mengira Lisa adalah kekasihku, hahahaha... ya ambil saja itu di otak kalian, anggap itu benar agar Mino berhenti menggangu ku.     "Kau gila?! Dia perempuan!" Teriak Mino tak percaya pada Taeyang.     "Kau saja tidak tau! Wanita itu memiliki Jun juga, seperti kita!" Taeyang memajukan pinggulnya dan menunjuk organ intimnya. Aku memutar bola mataku sinis, dan aku melihat Lisa yang sejak tadi tenang saja mendengar ocehan teman teman sekelasku.     "Dia bukan kekasih Jennie!" Suara Chahee memecah keributan antara Taeyang dan Mino. Mino terlihat senang mendengar pernyataan Chahee. Kau menghancurkanya Chahee! Aku baru saja akan terbebas dari Mino. s**t!     "Kau dengar huh?!! Dia bukan kekasihnya." Mino meragakan kepalan tangan seakan ingin meninju wajah Taeyang. Aku rasa Bobby sudah lelah melihat 2temanya berdebat, dia merangkul keduanya, "Sudahlah berhenti! Ayo kita pergi... aku ingin istirahat." Ucap Bobby dan membawa 2temannya pergi menjauh. Syukurlah~ Chahee menghampiri kami, dia tersenyum manis pada Lisa, aku tau tatapan apa yang sedang ditunjukan Chahee pada Lisa;tatapan menggoda.     "Kau disini Lisa... hihihi" Chahee tertawa kecil di depan Lisa, sedangkan aku memutar bola mataku sinis melihat. Kenapa dia tertawa, tidak ada yang lucu disini. Bodoh!     "Yaa... aku menjemput Jennie unnie." Balas Lisa dengan senyuman juga. Ayolah Lisa.. kau tidak perlu tersenyum untuk menjawab itu. Huh!     "Kemana kalian akan pergi?" Tanya Chahee lagi.     "Kami akan makan. Apa unnie sudah makan?" Lisa bertanya pada Chahee. Aku tau itu hanya basa basi, tapi... tetap saja aku tidak suka.     "Belum. Bolehkah aku ik--" Chahee menjawab Lisa dengan semangat, tapi aku tau apa yang akan menjadi jawabanya, segera memotong ucapanya,     "Kita tidak akan makan Lisa... kamu tidak ingat? Rose dan Jisoo unnie sudah membuatkan kita makanan di apartement tadi pagi. Lebih baik kita pulang saja." Ucapku pada Lisa. Aku melihat Chahee melihatku dengan sebal, dia memicingkan mata kearahku, dan aku hanya tersenyum bodoh padanya.     "Baiklah kalau begitu... ayo kita pulang." Ucap Lisa sambil mengacak rambutku lembut.     "Unnie, kami pergi dulu yah.. lain kali, mainlah ke apartement kami. Byee.." Lisa dan Aku berjalan dan melambaikan tangan sejenak kearah Chahee. Setelah aku berbalik, aku tersenyum iblis karena berhasil menggagalkan Chahee. End Jennie Pov                                                                                                ~¤~ Lisa dan Jennie berjalan berdua, seperti biasa Jennie sibuk mengklaim lengan Lisa dengan memeluknya sambil berjalan.     "Apa pria tadi menyukaimu unnie??" Tanya Lalisa, dia bisa melihat ekspresi Mino yang suram saat teman nya memberitahu soal dirinya.     "Kurasa.." jawab Jennie santai, Lisa berdecih kecil mendengar ucapan percaya diri Jennie barusan.     "Apa kau harus menawarkan Chahee datang ke apartment kita huh?! " Jennie bicara dengan nada kesal seraya menatap Lisa dengan mata yang dia lebarkan.     "Hem? Apa Chahee unnie tidak boleh datang ke apartment kita??" Tanya Lisa bingung dengan mengangkat sebelah alisnya. Jennie melepas pelukanya di lengan Lisa, menghentikan langkahnya dan mendengus sebal kepada Lisa. Lisa bingung kenapa sikap Jennie tiba tiba seperti ini, ayolah... Chahee adalah teman dekatnya juga.     "Apa kau selalu mengajak orang ke apartement kita huh?! Kau tau.. aku tidak suka orang lain masuk apartement kita." Ucap Jennie tegas dan kemudian dia berjalan mendahului Lisa. Mendapati respon Jennie yang sepertinya marah, Lisa pun langsung mengejar Jennie. Lisa meminta maaf pada Jennie di sepanjang jalan karena telah lancang mengajak orang lain ke apartement. Jennie tidak bergeming, dia terus melangkahkan kaki nya dengan cepat, dan tiba tiba Huuggggg  Lisa memeluknya dari belakang, menghentikan langkahnya secara otomatis.     "Aku sudah minta maaf... maafkanlah aku." Ucap Lisa lirih dengan mengeratkan pelukanya di perut ramping Jennie. Disaat yang sama, Rose sedang berjalan bersama teman sekelasnya, Hyerin. Kebetulan mereka baru saja menyelesaikan mata kuliah mereka,     "Rose.. bukankah itu Lisa dan Jennie?!" Hyerin menunjuk kearah Jenlisa. Rose sedikit kaget melihat adegan di depan matanya ini, dia langsung melirik kanan dan kiri, melihat apakah mahasiswa lain melihat adegan itu juga. Haaah... tentu saja mahasiswa lain juga melihatnya. Tapi.. yang membuat Rose kaget adalah, kenapa Lisa memeluk Jennie seperti begitu 'berbeda' . Rose tau mereka sering bermesraan, tapi.. Lisa jarang mengawali kemesraan;yaaa... seperti memeluk Jennie dari belakang.     "Apakah mereka sepasang kekasih Rose??" Bisik Hyerin pada Rose.     "Yaaaakk... unnie! kau bicara apa? Mereka hanya sahabatan. Kita berempat memang seperti itu." Elak Rose menjawab pertanyaan Hyerin yang lebih tua 2 tahun darinya. Hyerin memicingkan mata dan kembali berbisik, "sahabat macam apa yang memeluk sahabatnya seperti itu? Heum?" Pertanyaan menyudutkan itu berhasil membuat Rose berjalan cepat menghampiri Jenlisa yang tengah bermesraan di depan umun.     "Apa yang kalian lakukan??!" Teriak Rose ke arah Jenlisa. Rose terlihat marah, wajahnya menyeramkan saat dia berteriak. Lisa langsung mengurai pelukanya pada Jennie. Masih ingat diingatanya kalau semalam Jisoo dan Rose memarahi mereka perihal peraturan persahabatan mereka soal berkencan; Lisa takut Rose salah paham lagi.      "Chae-young!" Lisa berucap gagap melihat Rose. Rose menghampiri mereka, menatap penuh intimidasi Jennie dan Lisa secara bergantian.     "Chaeng-ah.. jangan salah paham! Lisa tadi membuatku kesal, jadi aku meninggalkanya, lalu.. lalu dia memeluk ku!" Jennie berkata cepat dan gugup sambil menghampiri Rose. Dia tau, Rose pasti salah paham dengan tatapan seperti itu. Rose melihat Lisa yang terdiam di tempatnya, dia terlihat lebih tenang dari Jennie yang kelimpungan menjelaskan yang terjadi.     "Kenapa? Apa aku sekarang tidak boleh memeluk Jennie unnie?" Lisa berucap datar dan to the point.     "Apa kau pernah memeluk ku seperti itu? Heum?!" Rose bicara tak kalah datar dan sinis nya, seakan mereka sedang saling menusuk dengan tatapan dan nada bicara mereka. Lisa berdecih sinis, memalingkan wajah nya dari Rose dan kemudian menghampirinya.     "Aku selalu memelukmu, Chaeyoungie..." Balas Lisa dengan mengangkat kedua alisnya perlahan.     "Orang bodoh pun tau, pelukan yang kau berikan padaku, sangat berbeda dengan pelukan yang aku lihat  tadi." Rose menghampiri Lisa juga, membalas tatapan tajam Lisa dengan tatapanya. Jennie melihat itu pun mengerutkan wajah, menepuk jidat dan kemudian melerai tubuh Rose dan Lisa. Chaelisa memang sering berkelahi, tapi baru kali ini mereka menjadikan tatapan sebagai senjata perkelahian mereka;begitu dramatis.     "Hentikan hentikan... apa yang kalian lakukan dengan tatapan itu, Ck!" Jennie memisahkan keduanya, tapi keduanya kembali mendekat dan kembali saling menusuk dengan tatapan jarak dekat itu.     "APA YANG TERJADI??!!" Teriakan dari seorang wanita paling disegani dan di hormati di persahabtan mereka terdengar. Menghentikan aksi tatap-tatapan antara Rose dan Lisa, karena keduanya kini tengah melirik Jisoo di ujung mata mereka. Jisoo menghampiri mereka, menatap kedua orang yang jadi perhatian banyak mahasiswa disini.     "Berhenti saling menatap." Tegas Jisoo dengan nada rendahnya. Ajaibnya... mereka berdua langsung menurut! Jisoo melihat Jennie yang sedang menangkup wajahnya, menutupi kekacauan yang terjadi.                                                                                                 ~¤~     "Aku sudah bilang, ini salah paham!!" Teriak Jennie pada teman temanya.  Chulichaeng hanya diam melihat Jennie yang mulai sedikit marah, Jennie berteriak sambil berdiri dan bertolak pinggang.     "Kenapa kau melarang Chahee datang?" Tanya Jisoo yang sebelumnya memang sudah dijelaskan perihal kenapa Jennie marah pada Lisa.     "Aku sudah bilang chuuuu, aku tidak suka orang lain masuk apartment kita!" Jennie menjawab masih dengan amarah di hatinya.     "Chahee bukan orang lain, kau tau itu! Kau dan dia sudah dekat selama 2tahun." Balas Jisoo dengan tenang. Lisa mulai gerah dengan pertanyaan yang mulai keluar dari topik pembicaraan, "Sebenarnya apa sih yang kalian takutkan? Ha?! Aku menyayangi Jennie unnie, sama seperti aku menyayangi Chaeng dan Kau unnie!" Lisa bicara sambil berdiri dan menatap Chaesoo yang duduk di sofa tengah apartment mereka.  Well, Jennie dan Lisa kini berdiri. Mereka kesal karena dari kemarin selalu dicurigai, dan kini mereka mencoba menenangkan amarah dengan berdiri dan menghela nafas.     "Benarkah?" Rose memecah konsentrasi mereka dalam menenangkan amarah.     "Kau menyayangi Jennie unnie, sama seperti kau menyayangi kami?" Tanya Rose memperjelas.     "Tentu saja!!" Teriak Lisa yakin. Rose berdiri, menghampiri Lisa dan menatapnya dalam dalam "Lalu, kenapa kau tidak memperlakukan kami sama dengan memperlakukan Jennie? Apakah kau menciumku atau Jisoo setiap pagi seperti kamu mencium Jennie? Apakah kamu selalu menjemputku atau Jisoo dikelas seperti kamu menjemput Jennie? Heum? Ayo jawab!" Lisa tersudutkan, sejenak di memalingkan wajah, dan ekspresi marah berubah menjadi ekspresi bingung. Sejenak dia berfikir Kenapa aku melakukan itu?  Kenapa aku hanya melakukan itu pada Jennie unnie?  Kenapa? Kenapa? Kenapa?  Aku pun tidak tau kenapa~~ Lisa tidak menjawab, dia hanya diam sambil memalingkan wajah dari tatapan Rose.      "Apakah kau sedang cemburu saat ini Chaeng-ah? Lihatlah dirimu... kau seakan tidak mengizinkan Lisa melakukan itu semua padaku!" Jennie membela Lisa, berbalik bertanya pada Rose. Perkelahian mereka ternyata berlanjut sampai di apartement, bukanya amarah mereka meredam malah semakin membara. Peraturan yang mereka buat saat mereka SMP, justru membuat banyak pertengkaran diantara mereka akhir akhir ini.     "Sudahlah..." Jisoo berucap tenang kepala Jenlichaeng. Tapi mereka tidak berhenti, mereka masih saling menderu nafas kesal dan saling menatap tajam.     "Aku bilang Sudaaaaahh~~~" Jisoo menegaskan kalimatnya dengan nafa mengayun. Merekapun melepas tatapan tajam mereka, saling memalingkan wajah, dan mengendus kesal. Lisa Pov Aku kesal, marah dan benci pada situasi akhir akhir ini! Lihatlah Chaeng dan Jisoo unnie!  mereka seperti tidak punya waktu karena terus mencurigaiku dengan Jennie unnie. Apa yang salah dengan kami? Kami hanya melalui hari hari seperti biasa. Tapi kenapa mereka selalu melihat itu dengan arti yang berbeda?! Kalau begini... aku akan jadi canggung sendiri dengan Jennie unnie.  Shit! s**t! s**t! Pertanyaan Chaeng tadi... aaahh, pertanyaan sialan itu terus berputar dikepalaku. Kenapa aku melakukanya??? Huh~ 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN