Brian membeku. Napasnya terhenti. Dan jiwanya melayang. Ucapan Brina di ujung sana adalah ucapan yang dinantinya selama ini. Tapi sepertinya ada sesuatu yang lain dari yang diucapkan Brina. Istrinya yang telah disakitinya. Kemarin dia memang mabuk, frustrasi dengan jiwanya yang sesat. Karena buta akan cinta. Terobsesi. Dia jadi sangsi apakah selama ini dia mencintai Brina...tapi merasakan perihnya hatinya saat membayangkan Brina di sana, dia tahu kalau ini murni cinta untuk Sabrina Azzahra. Wanita yang telah mencuri hatinya sejak dulu, yang. Dan membuat dirinya menjadi jahat dan kejam. “Kamu apa,sSayang?” Brian akhirnya bisa mengucapkan itu. Jantungnya berdegup kencang saat mendengar pernyataan Brina. Pasti ada sesuatu yang terjadi. Sejak dia menelepon secara tidak sengaja kem

