Brina tahu kalau ini salah. Tapi dia tetap tak bisa menghentikannya. Sejak mendengar ucapan Brian, kejujuran Brian, hatinya tersentuh. Meretih dan merepihmerepih. Semuanya memang tak sama lagi. Dia melihat kenyataan yang pahit. Terentang di depannya. Tapi semuanya harus segera diakhiri dengan kebenaran. Dia tak berpikir memang, saat memeriksakan diri sekali lagi ke dokter.Ddan mendapat izjin untuk melakukan penerbangan. Kondisinya sudah lebih kuat, dan dia memprakteekkan semua saran dari dokter. Dia meminta kursi penumpang yang dekat dengan lorong agar dia, lebih dekat kalau dia ke toilet. Atau dia lebih banyak menggerakkan tubuhnya, untuk mengurangi pembekuan karena kurangnya oksigen di dalam pesawat. Dan tentunya dia memakai maskapai penerbangan Emirates yang transit di Dubai selama

