Brina bernapas lega, untung saja Brian mau mengantarnya ke kantor. Dia datang tepat saat meeting akan dimulai. Dengan sedikit meminta maaf kepada semuanya, akhirnya Brina bisa memimpin meeting itu dengan lancar. Setelah hampir empat jam lebih, akhirnya selesai. Dia melihat jam yang melingkar di tangan. Sudah pukul tiga sore. Untung saja hari ini dia tak bertemu dengan Revan. Pria itu sedang dikirim ke luar kota tadi pagi untuk survey di kantor baru mereka. Hal itu memang sedikit membuat Brina lega. Karena bagaimanapun juga dia memang sedikit takut dengan Revan. Teringat tatapan dan juga sentuhannya yang kasar kemarin. Bahkan pergelangan tangannya masih terasa sakit dan membiru. Meski sudah diperiksakan ke dokter dan memang tak dia lihat ada cedera khusus. “Hey, baru kelar ya, Brin.” Sua

