Brina menguap dan mengerjapkan mata. Entah kenapa pagi ini dia ingin tidur terus di atas kasur. Bergelung dan malas untuk bangun. Ditambah lagi dia tak mau ditinggal oleh Brian. Sungguh sangat memalukan. “Yank, aku izinin ke kantor, ya?” Suara Brian yang membuatnya membuka mata dan melihat Brian yang kini tengah duduk bersandar di tempat tidur dengan tab ada di tempat tidur. Brina menganggukkan kepalanya lagi dan memejamkan mata. Mungkin kondisinya sedang tidak fit pagi ini karena dari kemarin dia dipusingkan dengan masalah kantor. “Ehm tolong juga kirimkan email yang semalam aku ketik ke Ayu, ya.” Brina mengucapkan hal itu masih dengan memejamkan mata. Walau Brian tak menjawab, pria itu ternyata sudah beranjak dari sisinya dan menuju meja kerja yang ada di dalam kamar. Laptop Brina m

