Brina merasa mual lagi saat akhirnya akan menyantap makanan yang ada di depan mereka. Padahal dia yang merengek ke tempat ini. Tadi ketika melihat iklan di televisi perutnya langsung terasa lapar dan merengek kepada Brian untuk mengajak makan siang di sini. Restoran cepat saji dengan sajian ayam utamanya. Tapi lagi-lagi Brina kehilangan nafsu makannya saat mencium aroma makanan itu. “Kenapa lagi?” Brian menatapnya dengan sabar saat Brina tak menyentuh ayam itu. Semuanya terasa pahit dan mual. Brina mencondongkan tubuhnya ke depan ke arah Brian yang duduk di depannya. “Aku mual nih, Yan, gimana dong?” Dia memang berbisik karena tak mau terdengar oleh beberapa pengunjung yang ada di sekitar mereka. Tak etis saja mengatakan hal itu dan membuat tak nyaman semuanya. Brian yang mendengarnya

