Siang itu, Levin sedang tenggelam dalam tumpukan pekerjaan ketika asistennya masuk dengan wajah tergesa. “Master, Nona Jesslyn Walt datang untuk menemui Anda.” Alis Levin terangkat. Untuk sesaat, dia terdiam, mencoba memastikan dirinya tidak salah dengar. Jesslyn? Benarkah kali ini gadis itu yang datang, bukan kejutan mengecewakan seperti sebelumnya? “Apakah kau yakin itu Jesslyn Walt?” tanyanya dengan nada penuh kehati-hatian. “Asal Master tahu, saya sudah memeriksanya. Ini benar-benar Nona Jesslyn. Bukan wanita kemarin.” Senyum tipis muncul di wajah Levin. “Bagus. Segera bawa dia ke ruanganku. Dan pastikan tidak ada yang mengganggu.” “Baik, Master.” Setelah asistennya pergi, Levin berdiri, merapikan penampilan. Dadanya berdebar, campuran antara antusiasme dan kewaspadaan. Ia bisa

