Sejak makan malam itu, Levin tidak pernah muncul lagi. Ia berhenti datang ke restoran, tidak lagi mengikuti Jesslyn seperti biasanya. Kehidupan gadis itu terasa kembali tenang dan 🥍damai, seolah mimpi buruk sudah berakhir. Kini ia bisa berlatih dengan pikiran jernih, tanpa merasa diawasi dari kursi penonton. Bersama sahabat baiknya, Sofia, mereka berdua berjanji akan bersinar bersama di atas panggung. Mereka bertekad saling mendukung, bahkan jika salah satu tidak terpilih nanti. Namun, dari sisi ruangan, Maria Lenox dan gengnya memperhatikan dengan tatapan sinis. Maria tahu, bakat Jesslyn jauh melampaui dirinya. Karena itulah, ia rela menyogok pelatih demi memastikan namanya masuk dalam daftar peserta kompetisi. Bagi Maria, Jesslyn adalah ancaman yang harus disingkirkan. “Pria yang meng

