Sudah cukup larut. Jason mondar-mandir di ruang tamu dengan wajah gelisah, menunggu kabar dari Jesslyn. Hatinya cemas, berharap makan malam yang baru saja dijalani putrinya bersama Levin Maxton berlangsung tanpa masalah. Ia tahu, Jesslyn pasti akan marah karena merasa ditipu olehnya. Namun Jason sudah menyiapkan diri untuk menerima amarah itu. Baginya, yang terpenting sekarang adalah hasil dari pertemuan tersebut. “Dad, jangan terlihat setegang itu. Semuanya pasti baik-baik saja,” ucap Yolanda, berusaha menenangkan ayahnya. Jason menghela napas berat. “Kau tahu sendiri watak adikmu keras, Yolanda. Daddy takut dia mengucapkan perkataan pedas yang bisa menyinggung Levin Maxton.” Yolanda tersenyum miring, seolah sudah bisa menebak akhir dari semuanya. “Itu sudah pasti, Dad. Seharusnya Dad

