Hujan mengguyur deras sejak pagi, menimbulkan suara gemuruh yang seolah menambah berat suasana rumah keluarga Walt. Jesslyn melangkah menuruni tangga dengan perlahan, jemarinya menyusuri pegangan kayu yang dingin. Pandangannya terhenti ketika melihat ayahnya berdiri kaku di depan foto keluarga yang tergantung di ruang tamu. Jason Walt menatap bingkai itu dengan wajah kusut. Guratan lelah dan kegelisahan jelas terpampang, seolah seluruh dunia menindih pundaknya. Jesslyn segera menghampiri, hatinya sudah menebak apa yang mengganggu pikiran sang ayah. “Dad,” ucapnya pelan, menghentikan langkah di sisi pria itu. Jason menoleh, berusaha menghadirkan senyum tipis meski sorot matanya tak mampu berbohong. “Ada apa, Jesslyn? Apa hari ini kau akan latihan?” “Mungkin…” Jesslyn mengangguk ragu. “

