Setelah sampai ternyata aku hanya melihat Rio dan Mosa saja berdua ternyata pertengkaran mereka sudah selesai, aku melihat Mosa wajahnya memerah sepertinya dia marah besar dan rasa kesal nya terlihat sekali di wajahnya yang putih itu jadi seperti tomat merah wajah Mosa dibuatnya, dan Rio yang mencoba menenangkan Mosa pun ikut sibuk menghibur, saat aku datang Rio wajahnya sangat lega dan seperti merasa tertolong sekali.
“Ah syukurlah, akhirnya kamu datang juga Amora” ucap Rio dengan mata berbinar namun dia juga sembari memegang botol minum untuk dia kasih ke Mosa.
“Momo, kamu tidak apa-apa?” tanyaku kepada Mosa, di sana aku bingung harus melakukan apa supaya Mosa tidak marah dan bisa menjelaskan secara rinci padaku.
“Aku sudah lumayan tenang kok jadi kalian tidak perlu khawatir,” jawab cepat Mosa, meski berkata begitu mata tidak bisa dibohongi, dia terlihat sangat kesal sekali dan aku mencoba bertanya secara perlahan padanya.
“Momo, aku sudah dengar dari Syani garis besarnya jadi kamu mau bercerita padaku kah apa yang terjadi sebenarnya,” tanyaku yang mencoba perlahan memasuki inti cerita.
“Amora, aku kesal padanya karena dia menyebarluaskan tentang kamu dan Niko sehingga orang-orang tahu bahwa Niko pernah nembak kamu dan ditolak sebanyak dua kali dan ada cerita juga kalau Niko mantan kamu dan lebih parahnya lagi dia bercerita seenak jidat dia bukan sekelas saja namun beda kelas dan beda jurusan, dia seperti tidak merasa bersalah atas hal itu aku mendengarnya kesal Mora bukankah itu tidak baik ya menjelaskan kondisi teman dekat kita pada orang lain dan itu sangat tidak sopan padahal aku tahu bahwa seorang Amora tidak menyukai privasi dan apa pun yang ia ceritakan sampai orang lain tahu dan kepercayaan dari Amora memang sangat tinggi jadi kamu pun berpikir bahwa rahasia itu bisa dia jaga dengan baik, lihatlah Amora kataku jangan pernah cerita apa pun pada orang yang bahkan belum bisa kamu percayai sepenuhnya, akhirnya itu mendorong pada pengkhianatan kan?” jelas Mosa yang bersemangat bercerita sembari kesal kepada Kara.
“Aku merasa dunia ku runtuh Momo, padahal hanya dia dan kamu saja yang tahu rahasia itu dan aku tidak menceritakan hal ini juga pada Kelvin dan Anha karena aku pikir sesama perempuan bisa menjaga rahasia dan aku salah besar. Aku merasa sedih, kecewa dan tidak percaya lagi padanya di sisi lain aku bersyukur aku punya Momo yang selalu ada untukku, aku merasa aman memiliki Momo. Momo aku tidak suka kalau ini menyebar, aku merasa harus punya batasan pada orang lain tapi aku takut keceplosan lagi kepadanya Momo,” ucapku yang setelah mendengar itu semua mataku kosong dan kecewa sangat dalam karena aku pikir akan baik-baik saja dia tahu dan percaya bahwa dia pendengar yang baik ternyata tidak aku merasa terguncang akan hal itu.
“Kan, kamu juga merasa tidak nyaman dan merasa tidak percaya lagi padanya. Aku mengenal kamu lebih dari dia jadi aku tahu perasaan kamu jika di begitu kan terlihat sederhana kecil dan tidak ada apa-apanya tapi aku tahu Mosa akan perasaan kamu, bahwa kamu orang yang tidak suka dunia personal kamu terusik apalagi ini sama orang yang sering bersamamu ketika jam istirahat dan semua orang yang tidak seharusnya terlibat atau tahu jadi mengetahuinya bahkan lebih dari satu orang,”
“Kamu benar Momo, teman main memang tidak cocok jadi teman curhat mereka ada porsi nya ditempatkan pada hidup kita dan hanya Momo yang memiliki semua tempat untukku,” ucapku yang mataku kosong banyak kepikiran dan Mosa merasa ingin marah lagi ke Kara atas perlakuan nya itu. Dari tadi Rio diam saja tidak berbicara apa-apa tumben, dan aku jadi ingin tahu apa yang dia pikirkan sekarang.
“Rio, kok sekarang kamu tenang sih biasanya tidak seperti ini?”
“Aku juga tahu kondisi kok Amora, aku tahu bahwa ini akan membuat kamu sedih dan membuat Mosa marah-marah seperti nenek sihir dan aku yang mencoba melerainya pun sedikit berhasil dan memang Mosa yang marah dan dia juga yang mengakhiri pertengkaran ini sama sekali dia hanya ingin membela kamu di depan semua orang yang sudah mengusik kamu dan itu membuat aku kewalahan juga kalau Mosa marah-marah tidak jelas, akhirnya aku tetap di sisinya untuk menenangkan nya,” jelas Rio yang masih memegang botol Mosa.
“Oh begitu, sudah ya Momo jangan marah lagi aku tidak apa-apa kok aku ingin Momo menenangkan diri dengan baik jadi ayo kita main kemanapun yang Momo mau aku ikuti!”
“Kamu benar, ayo kita main bertiga ke pantai hari minggu,”
“Terima kasih atas penawaran nya tapi saat itu aku mau main sama Milla,” ucap Rio yang menolak penawaran dari aku dan Mosa.
“Aku pernah berpikir kalau saja Rio jomblo pasti aku ingin Rio bersama Momo pacaran,” ucapku spontan melihat mereka yang berselisih bertengkar namun di sisi lain saling menjaga satu sama lain.
“Dih ogah!” ucap Mosa dan Rio barengan.
“Tuh lihat kan kalian barengan mengucapkannya,”
“Amora aku jadi kesal sama Kara karena dia otak kamu terbentur apa sampai memikirkan bahwa aku dan Mosa cocok?”
“Kali ini aku setuju dengan pendapatmu Rio, sepertinya Amora harus diajarkan untuk sadar bahwa tipe idaman ku jauh lebih tinggi dari kamu,” Mereka tiba-tiba kompak menatap ku seolah tidak setuju dengan apa yang aku ucapkan dan ingin aku untuk tidak menjodoh-jodohkan mereka berdua.
“Iya maafkan aku, aku hanya bercanda kok lagi pula kalian berdua sangat berbeda jauh karakternya juga,, aku juga kasihan jika menitipkan Mosa ke Rio takutnya selalu dibercandakan dijahili nanti setiap hari Mosa menangis oleh Rio,”
“Enak aja, Milla juga senang bersamaku apalagi Mosa iya kan Mosa, tetapi aku sukanya cewek yang kalem tidak galak kaya Mosa,”
“Dih cakep kau,”
“Cakep dong, eh Mosa Mora aku pergi dulu ya, Milla jam segini sudah mau pulang jadi aku harus menjemputnya untuk pulang bersama,”
“Baik makasih ya manusia bucin” ucapku kepada Rio.
“Makasih ya sudah merelai dan menenangkan aku mas snowman” ucap Mosa dengan tulus.
“Tiba-tiba snowman?”
“Aku hanya ingin meledekmu tapi dengan bahan yang sopan,”
“Tidak apa-apa sih snowman lucu juga, sudah ya aku pergi!”
“Bye Rio! ucapku barengan dengan Mosa.
“Bye semua!”
Pada akhirnya besok nya aku dan Kara tidak saling tanya, menyapa atau seperti biasa kita selalu mengobrol, namun saat ini ketika bertemu dia seperti menghilangkan kehadiran ku padahal nyatanya dia yang salah kepadaku tapi dia melakukan hal ini, dia melakukan silent treatment tanpa basa-basi dia melakukan itu selama satu bulan lamanya, karena aku sebagai trending topic jadi bahan omongan orang lain jadi aku tidak peduli mau dia seperti apa pun perlakuan nya kepadaku meski pun sedikit kesal juga kepadanya kepercayaan ku jadi luntur karena dia.
***
Aku berpikir jika aku memiliki cinta di dalam hidupku selain cintaku pada teman-temanku maka orang itu akan ku jadikan pasangan yang paling favorit dan paling aku sayangi dengan baik, karena memang suka dengan seseorang bukan bagian dari diriku, aku yang membenci bualan para cowok dan omong kosong mereka yang sangat membuat ku muak dengan dunia percintaan namun aku masih penasaran siapa yang akan membuat ku goyah dengan kepercayaan ku pada diriku bahwa semua cowok tidak cukup baik untukku. Mungkin banyak cowok yang aku kagumi hanya sekadar selintas saja namun bukan berarti aku menyukai mereka, menurut ku sih antara Kagum, Suka, Cinta dan Sayang adalah berbeda di mana perbedaan itu sangat terlihat jelas dan sangat berkesinambungan memenuhi ekspektasi masing-masing dari berbagai sudut, dan lagi mereka yang sudah kagum belum tentu bisa suka apalagi yang suka sudah tentu selalu menggagumi namun atas dasar suka saja belum tentu cinta dan seterusnya, dan biasanya mereka yang menaruh benih-benih juga jika sudah merasa ada ketidakcocokan rasa kehilangan akan bisa lebih cepat dibandingkan yang bertahan disiram terus memenuhi keinginan yang disukai begitulah apa yang dimaksud dengan cinta, tumbuh subur sampai kasih sayang muncul. Sangat di luar nalar orang-orang yang jatuh cinta itu sampai mereka mabuk maka dari itu, makin spesial dan favorit orangnya makin liar untuk menjaganya. Jadi memang aku mengetahui sedikit tentang hubungan percintaan dan bagaimana mengatur hal itu meski pun terkadang rasa ketidakpedulian dan rasa bodoamat tentang hal tersebut masih aku rasakan dan tidak mau merasakan juga. Karena bagiku terlihat seperti orang yang tidak waras jika sekali terkena sengatan jatuh cinta, aku mencoba menghindari meski pun sangat penasaran dengan hal itu memang manusiawi kalau rasa itu selalu menghantui tak lekang oleh waktu dan tak campur aroma juga menanggapi hal tersebut semua orang pasti merasakannya dan pastinya tergantung bagaimana orang-orang itu menyikapi nya apakah akan menerima saja ataukah mengejar atau pun berusaha mendapatkan akan sangat berbeda tergantung mereka ingin mencari seperti apa dan untuk apa seseorang itu berfungsi untuk hidupnya.