Melati telah datang ke penjara untuk melawat Danial. Dia ingin mengkhabarkan sesuatu kepada Danial. Dia harap Danial akan gembira mengetahuinya.
"kak.. apa kamu sihat- sihat aja di dalam sana?"
" Sihat Mel.. kenapa sudah hampir 3 bulan baru kamu melawat ku di sini..?"
" Maafkan aku kak.. Bukan aku ngak mau melawat mu.. Tapi aku ngak enak badan beberapa bulan ini:
", Kamu kenapa Mel.. ?Apa Barbara ngak melayan kamu dan Bunda ngak baik."
" Dia melayan kami dengan sangat baik kak.. Sangat Baik sehingga memberikan kemewahan yang bunda inginkan.. Tapi kak.. aku risau kalau bunda tau aku rahsiakan ini.."
" Kenapa Mel.. bilang sama kakak.."
" Aku hamil kak.. Aku sengaja memakai baju besar supaya ngak nampak.. kerna kehamilan ku sudah tiga bulan lebih kak.."
" Kamu hamil?? Anak kakak.. kakak sudah menjadi seorang ayah Mel... "
Danial senang mendengarnya.. Tapi di sisi lain dia juga merasa semua ini tidak sepatutnya terjadi..
" Iya kak..Anak mu kak.. Tapi apa bunda ngak memarahi ku nanti.."
" Begini aja Mel.. Selagi kamu ngak memberitahu siapa ayah kepada bayi itu.. Ngak ada yang akan tau kan.. "
" Tapi bunda pasti tau kak.. "
" bunda tau ngak apa- apa kan.. Yang penting bukannya Barbara kan.."
"Benar kak.. Kakak janji akan menikahi ku bila kakak keluar nantinya.."
" Iya Mel.. kakak janji.. Tapi kamu juga harus menjaga kandungan mu dengan baik.."
" baik Kak.. Ya udah kak.. nanti aku melawat kakak lagi ya.."
" Baik Mel.. Jaga diri mu baik- baik ya.
Danial kini merasakan hatinya berbelah bahagi. Ini kerna Barbara yang baik setiap hari melawatnya di penjara. Menjaga keluaraga nya dengan baik. Dalan pada masa yang sama Melati pacarnya telah mengandungkan anaknya.
' Apa yang harus ku lakukan ya Tuhan..'
***********
Mawar juga merasakan perubahan pada tubuh badan anaknya Melati.. Kebiasaannya Melati akan memakai pakaian yang ketat sehingga menampakkan sosok tubuhnya.. Beberap bulan ini Melati sering memakai pakaian yang longgar.. Terdetik di Hati Mawar hal yang sangat- sangat dia hindari. Mawar memanggil Melati ke kamarnya.
tokk.. tok...
"Masuk Mel.."
" Bunda.. ada apa memanggil ku.."
" Mawar segera memegang perut Melati yang sedikit besar. "
" kamu hamil Mel..."?
Melati yang merasa takut kepada bundanya tetap memberanikan diri memberitahu perkara sebenar.
"Iya bunda. Aku hamil. "
Mawar menutup mulutnya dengan tangannya.
" Kapan? Sudah berapa bulan kehamilan mu Mel..?"
" Sudah hampir 4 bulan bun..."
" Bunda mau kamu gugurkan kandungan mu Mel.. Bunda ngak mau anak ini akan menggagalkan rancana bunda akhirnya.."
" Ngak bun.. aku ngak akan menggugurkan nya.. Ini anak ku.. Kalau bunda ngak bilang siapa- siapa.. Ngak akan ada yang tau siapa ayah kepada bayi ini."
" Kamu ngak fikir panjang Mel..?? Kamu masih muda.. kamu mau kita lupakan saja kemewahan yang kita kecapi sekarang?.."
"Tapi Bun.. Aku ngak mungkin kan melakukan aborsi.. Bayi ku sudah hampir 4 bulan Bun.. Aku akan membesarkan nya.."
" Erhhhg.. Terserah kamu.. tapi kamu ingat ya.. Bila saja Danial sudah keluar.. Kamu itu hanyalah adiknya.. Ingat status kamu.."
Mawar seperti ingin mencekik anaknya.. Dia merasa marah kerna membiarkan Melati bersama Danial. Tapi dia tidak akan melakukan nya kerna kini tinggal di villa Barbara. Melati hanya menundukkan dirinya.. Dia pasti Danial akan menikahi nya nanti..
Mawar akhirnya keluar dari kamarnya sendiri. Dia ingin mengambil angin untuk mengurangi kemarahan nya terhadap Melati.
Melati masih tertanya- tanya dalam hatinya..
'Kenapa sih Bunda ngak tinggal saja dengan kekasihnya itu.. kenapa perlu aku dan kak Danial menjadi mangsa bunda.'
Kata- kata itu hanya di katakan di dalam hati Melati sahaja.. Dia tidak berani menanyakan kepada bundanya.
*********
Ketika Mawar dan Melati bertengkar di kamarnya. om Barbara iaitu Burn datang mengunjungi nya. Burn terkejut mendengar berita mengenai Anton yang di beri cuti selama 3 bulan.. Tapi sampai sekarang Anton masih belum datang bekerja.. Mungkin kerna dia merasakan seperti tidak di perlukan lagi.. Barbara sebagai majikan juga tidak pernah mentelfon Anton supaya kembali bekerja. Burn sangat sibuk di kantor sehingga belum sempat bertanya apa- apa kepada Barbara. Kerna itu Burn sendiri datang ke villa Barbara.
" Di jemput masuk Pak.. "
" Barbara nya ada..?"
" Nona barbara lagi keluar . Sebentar lagi akan pulang.."
" Ya udah.. saya tunggu di sini aja.."
Burn segera pergi ke ruang tamu sambil menunggu ketibaan Barbara. Mawar yang merasa lapar segera turun ke bawah. Mawar tidak melihat ke arah Burn dan langsung memerintah koki untuk masak apa yang di mahunya.
" Masak kan aku segera pizza cheese seperti tempoh hari.."
" Tapi belum tiba makan malam lg bu.."
" Apa kamu melawan arahan ku..!! Aku ini juga nyonya besar di rumah ini.."
Mawar memarahi koki itu..
Burn merasakan seperti ada keributan di dapur.. Dia segera datang melihatnya.
"Ada apa ini..Kamu siapa??"
Burn bertanya kepada Mawar.
" Kamu itu siapa..? Datang - datang rumah orang menanya aku siapa.."
Mawar yang kaget melihat Burn. Dia tidak pernah melihat pria ini sebelum ini..
" Om...? Ada apa Om kemari.."
Barbara terkejut melihat Burn datang ke villa nya.
" Tante.. ini martabak nya.. yang tante kirim tadi.."
" Kenapa sih kamu telat.. Ni tante sudah lapar.. Koki nya aja ngak mau masakin tante.."
Mawar mengubah ton suaranya yang tinggi kepada ramah. Tidak seperti semasa ketiadaan Barbara.. Mawar juga sering mengadu kepada Barbara jika ada pembantu yang tidak mendengar kata- katanya. Barbara akan memarahi pembantunya itu jika tidak mendengar kata Mawar.
" Maaf tante.. Barisan nya panjang bangat.. kan Martabak viral.."
" Ini siapa Bar?"
Burn yang masih penasaran terus bertanya kepada barbara.
" Owhh ya Om.. Aku kenalin.. Ini tante Mawar.. Bunda kepada pacarku.."
" Terus.. Kenapa dia tingga di sini..?"
Burn yang masih marah dengan perangai Mawar yang pandai bermuka dua terus menanyakan kepada Barbara.
" Tante .. Ini Om Burn.. Adik kepada ayah ku.. Tante.. aku izinkan aku bicara sebentar ya dengan Om Burn.. Tante makan aja dulu martabak nya.."
" Baik Bar... tante makan dulu ya.. "
Barbara segera menarik tangan Burn ke ruangan nya yang tertutup..
" Sekarang jelaskan ke Om Bar..?"
" Pacarku lagi di penjara om.."
" What?? you're kidding me Barbara?"
" No Om.. Dia di fitnah Om.. Dia ngak bersalah sebenarnya.. Namanya Danial Om.. Aku menjaga bunda dan adik perempuann nya . Lagi pula bunda nya Danial itu sakit om.. Selama ini Danial yang memberi biaya kepada mereka Om.. Kerna itu aku yang menjaga mereka sementara Danial belum keluar."
Bersungguh- sungguh Barbara memberitahu kepada Burn.
" Berapa lama pacar kamu itu di penjara..?"
" lima tahun om.. "
" Jadi kamu sanggup menjaga mereka di villa kamu.. Adiknya Danial usia berapa??"
" 20 tahun om.."
" masih belajar?"
" Ngak om.."
" Ngak bekerja.."
" Ngak om.. Melati menjaga bunda nya.. "
" Apa kata kamu menyuruhnya bekerja dari menghabiskan uang kamu.."
" Om.. mereka ngak memintanya.. aku yang memberikan kepada mereka om.."
" Dengar Barbara.. Om sememangnya tidak mahu masuk campur dalam urusan kamu.. Tapi menurut om mereka tidak layak berada di sini.. Kamu seharusnya mencarikan mereka rumah sewa."
" ngak usah Om.. Villa ku juga besar.. Kamar pun banyak Om.."
Burn hanya menarik nafas panjang mendengar penjelasan Barbara. Dia tidak tahu lagi harus bagaimana menasihatkan anak saudara nya ini.
" Mana Pak Anton?"
Burn sengaja menukar topik ceritanya.
" Cuti.. Mungkin esok lusa dia akan bekerja kembali.."
" Baiklah Bar.. Jaga diri kamu.. Om pergi dulu.."
" baik om.."
Barbara menghantar Burn sampai ke luar. Burn melihat sekilas Mawar dan Melati sedang menonton tv di ruang tamu sebelum melangkah keluar .