8. Nikah itu Perihal Kesiapan

545 Kata
Pagi berganti siang, siang berganti malam, Cafe sedang ramai-ramainya karena ini adalah sabtu malam. Dari tadi Fira tak henti-hentinya mengeluh, dia sangat lelah hari ini. "Kamu itu terbuat dari apa sih Lail?" Tanya Fira "Aku aja yang cuma kerja di Cafe, capek banget. Sedangkan kamu udah kerja di tiga tempat tapi nggak ngeluh" "Mau ngeluh juga percuma, buang-buang tenaga. Bukannya kerjaannya berkurang, malahan gaji bisa dipotong kalau manajer dengar" jawab Lail membawa pesanan dari meja no. 9 meninggalkan Fira yang masih duduk di dapur. Setelah membawa pesanan, Lail membersihkan meja-meja yang sudah kosong. Lail mulai bekerja karena cutinya sudah habis, sedangkan Fajar mulai kembali ke Sekolah, katanya dia akan berjuang agar bisa mendapatkan beassiwa penuh untuk melanjutkan studinya. Fajar bercita-cita menjadi Arsitek, gambarnya bagus dan kreatifitasnya juga tinggi. "Tante Lail" seorang anak kecil menghampirinya dan memeluk lututnya "Zahra?" Lail tersenyum hangat, tubuh Zahra yang mungil dibalut dengan gamis berwarna kuning dengan jilbab yang menutupi d**a berwarna merah, persis seperti karakter Rara, salah satu karakter Animasi Nussa. "Zahra ngapain di sini sayang?" Tanya Lail berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Zahra "Temanin ayah ketemu om..." kalimat Zahra menggantung, sepertinya dia lupa dengan nama om tersebut "Namanya susah, Zahra nggak ingat" ucapnya dengan kening yang mengkerut. Zahra ini terbilang anak yang cukup pintar karena bicaranya sudah jelas dan pandai menunjukan berbagai ekspresi. "Ayo main tante" ajaknya tiba-tiba menarik tangan Lail "Maaf sayang, lain kali yaa. Tante sekarang lagi kerja" "Kalau besok?" Tanya Zahra "Tante juga kerja" jawab Lail memberi pengertian. "Kok tiap hari kerja terus" ucapan Zahra benar, dia seperti dzalim terhadap dirinya sendiri. "Terus kapan kamu bisa Lail?" Haidar muncul dan menggendong Zahra dipelukannya "Bagaimana jika hari minggu, apakah bisa?" Tanya Haidar. Hari minggu memang adalah jadwal libur Lail, tetapi dia akan ke makam ibu dan ayahnya. "Emm. Nanti aku hubungi kalau bisa" "Ayo tantee, kita ke pantai. Zahra mau berenang sama bikin istana pasir" ucap Zahra bersemangat. "Insyaa Allah ya sayang" ucap Lail "Kalau begitu aku pamit ya Haidar, lagi banyak pengunjung" Haidar sudah lama mengetahui bahwa Lail harus banting tulang untuk membiayai adiknya sendirian, hal itulah yang membuatnya jatuh cinta kepada Lail. Tetapi, orang tuanya menjodohkannya dengan wanita yang sekarang menjadi mantan istrinya, mereka bercerai karena Haidar mendapati istrinya selingkuh dengan salah satu kliennya. Setelah berjuang untuk mendapatkan hak asuh Zahra, akhirnya dia memenangkannya. Sekarang dia tidak mengikat hububgan dengan siapapun, dia ingin berusaha agar bisa mendapatkan hati dari Lail. *** Sudah seminggu sejak kepulangangannya dari Jogja, tidak ada yang lebih dia rindukan selain menyelamatkan pasiennya di ruang operasi. "Nih, undangan dari suster Manda" Leo menyodorkannya sebuah undangan berwarna biru, menampilkan foto kartun wanita berjilbab dan seorang kartun lelaki berseragam pilot mengudara di angkasa menggunakan pesawat terbang "Suaminya pilot, lucu banget ya undangannya" tawa Leo "Kapan acaranya?" Tanya Syafiq "Ahad" jawab Leo seadanya "Lo bareng siapa?" Tanya Syafiq "Calon istri gue lah, makanya nikah biar kalau kondangan ada gandengan" ucap Leo menggoda Syafiq "Udah ah, gue mau periksa pasien dulu." Tambahnya "Ingat tuh, pikirin baik-baik, cepatan nikah!" Ucap Leo menutup pintu ruang kerja Syafiq Syafiq hanya mengangkat bahunya acuh "Pernikahan itu bukan sesimple mencari gandengan untuk ke kondangan, menikah lebih dari itu, dia harus siap menanggung tanggung jawab untuk membimbing makmumnya menjadi lebih baik, agar kelak mereka bisa bersama di Jannahnya, tentang rencana masa depan yang akan mereka jalankan bersama, dan tentang cinta pastinya." Syafiq menaruh undangan tersebut di dalam laci meja kerjanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN