Hari ini aktivitas untuk para Mahasiswa di Universitas tempat Yasmin adalah Jalan-jalan di Malioboro, ini kali kedua Syafiq menginjakkan kakinya di sini. Dulu, saat masih SMA, sekolahnya membawanya ke sini setelah lomba cerdas cermat dan lomba Tilawah Al-qur'an yang tentu saja membuatnya memboyong Juara satu.
Jalan paling terkenal di Yogyakarta adalah Jalan Malioboro. Di sepanjang jalan ini terdapat toko-toko dan pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam barang, dari pakaian, kerajinan tangan sampai makanan. Salah satu hal yang khas mengenai Malioboro adalah penjual makanan lesehan.
Penjual makanan lesehan ini akan menggelar lesehannya setelah jam 5 sore. Jalan Malioboro akan lebih ramai pada malam hari karena di beberapa tempat akan ada banyak pertunjukan.
Paman Faruq, Ummi Aisyah dan dia berpisah dari rombongan, begitupun dengan Syafiq yang meminta izin untuk mencarikan pesanan yang diminta oleh Leo. Sedang Umminya tentu saja berburu barang antik yang lucu, ditemani oleh paman Faruq.
Saat sedang sibuk mencari pesanan dari Leo, semua orang yang ada di pasar nendadak berteriak melihat terjadinya kecelakaan. Sebuah mobil menabrak kendaraan beroda dua, Syafiq berlari dan memberikan pertolongan pertama.
"Tolong panggil Ambulance" ucap Syafiq setengah berteriak, orang di sana menelpon ambulance dan menonton aksi Syafiq menyelamatkan pria paruh baya yang merupakan pengemudi motor.
Pengemudi motor yang berteriak menahan sakit, Syafiq segera menghentikan pendarahan yang terjadi pada korban dan menutup luka di bagian lutut korban dengan sarung tangan miliknya.
Pengemudi mobil yang menabrak korban menggigit jarinya takut.
"Arrrgggh sakiiit" ucap pria paruh baya tersebut memegang tangan kanannya, Syafiq yang melihat kejadian tersebut berlari mencari plastik pembungkus di Toko yang tak jauh darinya, dia membungkus jari pria tersebut karena jarinya setengah terputus.
Semua orang yang ada di sana hanya bisa ternganga karena takjub melihat seorang pahlawan yang tengah melakukan aksi heroik di depannya. Mereka semua berdecak kagum.
Ambulance tiba sepuluh menit kemudian, dia ikut menuju rumah sakit dan menjelaskan keadaan pasien kepada Dokter yang bertugas di sana.
***
Hari ini adalah hari kepulangan Fajar, mata Lail mencari di mana keberadaan Dokter Syafiq, dia ingin mengucapkan terima kasih karena telah bekerja keras mengoperasi adiknya.
Mungkin dia belum pulang ucapnya dalam hati.
"Liatin apasih kak, dari tadi balik kanan balik kiri mulu macam paskibraka."
"Mm? Anuu, nggak kok" kening Fajar mengernyit
"Kamu tunggu di sini sebentar ya, kakak lupa sesuatu" Lail berlari ke dalam rumah sakit dan menberanikan diri bertanya pada salah satu suster.
"Maaf suster, apa Dokter Syafiq sudah pulang?"
"Dokter Syafiq pulang dua hari lagi mbak" Lail mengangguk
"Terima kasih suster, boleh saya meminta tolong kepada suster?"
"Insyaa Allah mbak, kalau saya bisa membantu" ucap Suster tersenyum ramah.
"Tolong sampaikan rasa terima kasih saya kepada beliau, semoga Allah senantiasa melindunginya." Ucap Lail "Kalau begitu saya pamit suster, terima kasih atas bantuannya selama ini"
"Sama-sama mbak, itu sudah kewajiban saya sebagai seorang suster."
Mungkin, mereka tidak akan pernah bertemu lagi. Mungkin, saat lelaki itu keluar dari ruang operasi adalah hari terakhir mereka bertemu.
Lail dan Fajar menuju rumah dengan menggunakan taksi, Lail hanya menatap kosong ke arah jendela. Pernahkah kau merasa kehilangan sesuatu yang tidak kau miliki? Rasanya hampa dan sedikit aneh.
"Insyaa Allah kalau kamu sudah pulih betul, baru kamu kembali ke Sekolah" ucap Lail yang sedang membereskan barang-barang mereka dari rumah sakit.
"Aku udah sembuh total kok kak, udah rindu sekolah. Pelajaran yang tertinggal juga udah banyak"
"Kalau kamu sudah pulih betul baru pikirkan itu, sekarang yang harus ada di kepala kamu adalah bagaimana caranya kamu bisa sehat, baru pikirkan yang lainnya." Lail membuka lemari pakaian dan menyimpan baju mereka berdua.
"Do'akan Fajar yah kak, semoga Fajar bisa dapat beasiswa, dan melanjutkan cita-cita Fajar, biar bisa bikin kakak, ayah, dan ibu bangga, biar..." ucap Fajar "Biar kakak bisa tidur nyenyak dan istirahat, biar kakak juga bisa punya waktu untuk mencari pasangan"
"Kakak sudah bangga sama kamu, di saat orang lain memakai seragam baru, kamu nggak pernah malu memakai satu seragam bahkan saat kamu sudah hampir lulus, nggak malu pakai sepatu yang bolong, dan sudah banyak tambalannya, nilai dan sikap kamu di sekolah juga bagus, salat kamu nggak pernah bolong, setiap ikut lomba kamu pasti menang bahkan kamu nggak pernah memakai uang hasil lomba kamu untuk membeli barang yang kamu mau melainkan untuk membantu kakak menbayar hutang ayah, ibu." Ucap Lail mencoba menahan tangisnya "Kamu nggak pernah membantah kakak, itu semua lebih dari cukup buat kakak." Sambungnya.
"Sekarang, mari kita memulai semuanya dari awal, kita jalani hidup dengan baik, tanpa rasa sedih lagi, hmm?" Ucap Lail, Fajar mengangguk dan memeluk kakaknya.
Wanita terkuat di bumi ini, wanita dengan senyum paling tulus, wanita dengan wajah paling teduh, dia adalah Lail, Laila Syauqia.
VOTE DAN KOMEN YA TEMAN, SEBAGAI BENTUK APRESIASI DAN SEBAGAI SUNTIKAN SEMANGAT BUATKU