Bab45

1113 Kata

Ledakan pertama menghantam pintu bunker dengan suara memekakkan telinga. Debu jatuh dari langit-langit, bercampur bau logam berkarat dan mesiu. Ara menutup telinga, tubuhnya bergetar, tapi matanya tetap terpaku pada pintu besi yang kini melengkung. “Sayang…” suaranya nyaris tak terdengar. Richard menoleh sekilas, matanya dingin namun penuh fokus. “Dengar aku. Kamu sudah berlatih. Ini saatnya membuktikan semuanya. Jangan biarkan rasa takutmu mengendalikan jari itu.” Pintu bunker terhantam lagi. Besi tua mengerang, engselnya berderit. Dari celah sempit, cahaya senter menyelinap masuk, disusul teriakan kasar. “Buka! Mereka ada di dalam!” Ara meraih pistolnya. Tangannya sedikit gemetar, tapi kali ini ia tidak mencoba menyembunyikan gemetar itu. Ia biarkan rasa takutnya menyatu dengan deta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN