Bab30

1219 Kata

Gelap. Itu yang pertama kali Ara rasakan ketika pintu besi ruang bawah tanah terbuka dan cahaya senter menyapu lorong. Suara bentakan kasar menggema, menusuk telinga. “Hei! Siapa di sana?!” Rendy menoleh cepat, wajahnya menegang. Tanpa ragu ia berbisik keras, “Lari, Ara! Sekarang!” Darah Ara berdesir. Kakinya masih gemetar, pergelangan tangannya perih bekas ikatan, tapi kata itu—lari—menyalakan insting primitif dalam dirinya. Ia menubruk ke depan, melewati lorong sempit yang dindingnya lembap. Nafasnya tersengal, langkahnya berat tapi terpaksa dipaksa cepat. Suara langkah-langkah kasar terdengar semakin dekat. Cahaya senter menari-nari di dinding, mengejar bayangan mereka. Rendy menyusul dari belakang, tangan kirinya menarik Ara agar tidak tersandung. “Ke kanan! Ada pintu servis!” Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN