Bab15

1078 Kata

Hujan belum juga reda malam itu, seperti enggan melepaskan Jakarta dari cengkraman mendungnya. Dari balkon apartemen, Ara berdiri memandangi lampu-lampu kota yang tampak buram di balik tirai air. Sejak pembicaraan mereka kemarin, hubungan dengan Richard sedikit membaik—setidaknya mereka kembali berbicara lebih banyak—tapi rasa khawatirnya belum hilang. Ia tahu, Bella bukan tipe orang yang akan berhenti begitu saja. Di ruang tamu, Richard sedang menelepon seseorang. Suaranya terdengar datar tapi tegas. “Ya, saya mau semua laporan itu masuk besok pagi. Termasuk rekaman CCTV kantor minggu lalu,” katanya, sebelum menutup telepon. Ara memandangnya curiga. “Itu soal pekerjaan?” Richard mengangguk pelan, lalu menatapnya. “Juga soal kita.” Ara ingin bertanya lebih lanjut, tapi tatapan Richard

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN