Bab27

1136 Kata

Udara di gudang itu membeku. Seperti ada tangan tak kasat mata yang menekan setiap d**a, membuat sulit bernapas. Debu beterbangan dalam cahaya lampu neon redup yang berayun pelan, menambah nuansa muram sekaligus mencekam. Suara ombak di luar sana pun terdengar jauh, seakan lautan ikut menutup telinga agar tak menjadi saksi apa pun yang terjadi malam itu. Ara berdiri kaku, tubuhnya bergetar meski ia berusaha menyembunyikannya. Raka di sampingnya tampak pucat, keringat bercucuran di pelipisnya. Jurnalis muda itu mungkin terbiasa menghadapi ancaman, tapi kali ini berbeda. Ini bukan sekadar intimidasi telepon atau pesan gelap. Ini nyata, dan di hadapan mereka berdiri Arka—pria yang aura dinginnya bisa membuat siapa pun kehilangan kata-kata. “Flashdisk itu,” ulang Arka dengan suara tenang, ny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN