Bab25

1433 Kata

Jakarta dini hari tidak pernah benar-benar tidur. Dari lantai tinggi apartemen, lampu kota berkilau seperti lautan bintang yang jatuh ke bumi, tapi bagi Ara semuanya tampak gelap. Angin malam yang menerobos masuk lewat balkon membawa aroma hujan bercampur asap kendaraan, seolah ikut mengingatkan betapa rapuhnya garis tipis antara kehidupan dan kehancuran. Ia berdiri di sana, memandangi flashdisk kecil yang masih tersembunyi di genggaman. Benda mungil itu kini terasa lebih berat dari sekadar logam dan plastik. Beratnya adalah berat rahasia, berat nyawa, berat masa depan. Ara menutup mata sejenak. Suara napas Richard dari dalam kamar terdengar teratur, damai, seperti pria yang tidur tanpa beban. Tapi Ara tahu, kedamaian itu hanya topeng. Hatinya berdegup kencang. Kata-kata Davin berputar k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN