Bab10

1061 Kata

Pagi di kota kecil itu terasa dingin, meski matahari sudah tinggi. Richard duduk di teras penginapan, secangkir kopi hitam mengepulkan uap tipis di tangannya. Matanya tak lepas dari gang kecil yang kemarin ia lewati—arah menuju rumah kontrakan yang ia curigai. Ia sudah memutuskan. Hari ini, ia tidak akan pulang sebelum memastikan. Bahkan kalau harus mengetuk pintu rumah itu dan mempermalukan dirinya, ia rela. Ara bangun lebih pagi dari biasanya. Hujan semalam membuat udara pagi terasa lembap. Ia menyiapkan teh hangat, lalu duduk di lantai dekat jendela, memandang ke luar. Tangannya refleks mengusap perut—kebiasaan baru yang ia lakukan setiap kali hatinya gelisah. "Jangan khawatir… kita aman di sini," bisiknya, seakan berbicara pada bayi yang belum pernah ia lihat. Namun rasa aman itu r

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN