Bab23

1231 Kata

Malam di Ancol selalu punya dua wajah. Dari kejauhan, laut terlihat tenang, hanya ombak kecil yang menyapu dermaga. Tapi di gudang tua tempat Ara berdiri, segala ketenangan itu berubah jadi ilusi. Bau karat, debu, dan sisa oli bercampur jadi aroma yang menusuk. Lampu redup yang menggantung di sudut berayun pelan tertiup angin, menciptakan bayangan panjang di dinding. Ara menatap pria di hadapannya—Davin. Nama itu selama ini hanya hidup dalam catatan, dalam bisikan samar yang selalu berhubungan dengan keputusan-keputusan Richard. Ia sempat mengira Davin sudah lama mati, bagian dari masa lalu yang terkubur. Tapi kini, sosok itu berdiri nyata, dengan mata yang tajam menembus segala keraguan. “Kenapa… kenapa kamu ada di sini?” suara Ara pecah, hampir tak terdengar. Davin menanggalkan masker

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN