Pelabuhan Sunda Kelapa dini hari selalu memiliki aroma yang khas—campuran asin laut, oli mesin kapal, dan debu kayu dari dermaga tua. Malam itu, udara jauh lebih berat. Awan pekat menggantung rendah, menyelimuti bulan yang tertutup rapat. Seakan langit pun enggan menjadi saksi apa yang akan terjadi. Richard mematikan mesin mobil hitam beberapa meter dari area pelabuhan. Lampu-lampu redup dari kapal-kapal nelayan menari di permukaan air yang bergelombang kecil. Di kejauhan, lampu sorot besar dari gudang-gudang tua berkelap-kelip, seperti mata raksasa yang sedang mengintai. “Turun,” kata Richard singkat. Ara merapikan jaket hitam yang menempel di tubuhnya. Di pinggangnya, pistol kecil yang beberapa hari terakhir sudah menjadi bagian dari dirinya terselip dalam sarung kulit. Jari-jarinya t

