Pelabuhan Sunda Kelapa semakin riuh. Api yang menyembur dari gudang seperti obor raksasa, menelan kegelapan dini hari. Sirene polisi makin dekat, bergema di antara gedung tua dan kapal-kapal kayu yang berderet seperti saksi bisu. Ara dan Richard berlari di atas dermaga, langkah mereka memantul di papan kayu yang berdecit. Di belakang, suara tembakan masih terdengar bersahut-sahutan. Beberapa bayangan pria bersenjata terlihat berlarian, mencoba mengejar. “Sayang, lompat ke kapal itu!” Richard menunjuk sebuah kapal kecil dengan bendera lusuh yang terikat longgar di tiang kayu. Tanpa berpikir panjang, Ara menyeberang, melompati jarak sempit antara dermaga dan kapal. Tubuhnya sempat goyah, hampir jatuh ke air hitam pekat, tapi Richard menariknya tepat waktu. Begitu kaki mereka menapak dek

