Siapa yang Menarik Selimut ku??

1414 Kata
POV : Aldilla Setelah mendengar cerita bu Imah,,aku merasa kasihan dengan mbak Diyah. Dia hanyalah korban lelaki b***t. Tapi ini pun menjadi pelajaran bagi ku agar tidak mudah percaya begitu saja dengan lelaki yang baru di kenal. Harus benar-benar jaga diri,,apalagi jauh dari orang tua Kata bu Imah juga,,setelah kejadian itu,,kost bu Broto sempat sepi. Banyak yang pindah dari kost itu karen takut. Hanya mbak Lita dan mbak Vera yang masih bertahan disana. Padahal kamar mereka dekat dengan kamar mbak Diyah. Ketika aku mulai ngekost disana pun suasana kost sudah ramai seperti biasa. dan kemarin ketika aku kembali dari kampung sudah ada mbak Wiwin yang bertugas menjaga kost. Saat ku lihat tadi bu Imah bercerita dengan sedih. Air matanya terus menetes. Aku merasa bu Imah sudah begitu dekat dengan sosok mbak Diyah. Aku juga menanyakan keberadaan mbak Etik,,teman Mbak Diyah. Kata bu Imah mbak Etik sudah pindah. Dia juga pindah bekerja di sebuh klinik. Sudah tidak bekerja lagi di rumah sakit dekat kost bu Imah. Setelah mendengar cerita bu Imah,,aku jadi sedikit lebih lega. Ternyata ada kisah pilu dibalik kamar yang selalu kosong itu. Aku jadi teringat suara tangisan pilu yang ku dengar. Itu pasti suara mbak Diyah. Dia begitu kesakitan. Menurut cerita kakek,,orang yang meninggal dengan cara bunuh diri itu akan merasakan rasa sakit ya sama terus menerus. Aku jadi merinding mengingatnya. Pantas saja suara itu selalu meminta tolong. " Maaf ya nduk kalau cerita Ibu malah semakin membuat kamu takut ngekost disana." Bu Imah mengelus pundak ku dengan tatapan sedih " Gak apa-apa bu,,justru saya jadi lega setelah mendengar cerita bu Imah. Sudah tidak penasaran lagi. " jawab ku " Kasihan juga ya mbak Diyah,,di sebenarnya hanya korban laki-laki brengs*k." timpal Cristi terlihat kesal. " Tapi bisa kita jadikan pelajaran juga gak sih peristiwa mbak Diyah?? Supaya kita gak gampang percaya omongan cowok. Selalu dekatkan diri sama Tuhan,,jangan berpikir pendek,,apalagi bunuh diri."Fara ikut menimpali obrolan kami. " Iya,,makanya kalian harus pintar jaga diri,,jaga kehormatan. Apalagi kalian jauh dari orang tua. Benar kata Fara,,harus selalu dekatkan diri kepada gusti Allah. Nasehat bu Imah. " Ya bu." Jawab kami serentak. ' Hhmmm .... Dilla,,kalau kamu mau menginap disini gak papa,,tapi ya itu kalian tidurnya sempit-sempitan." "Bener gak apa-apa bu?.saya jadi gak enak sama ibu." " Lho,,kenapa gak enak. ndak apa-apa kok,,dari pada kembali ke kost bu Broto. Kalau sudah tidak nyaman tinggal di suatu tempat,,pasti rasanya ndak betah." "Iya emang nener bu,,jujur saya sudah tidak betah di kost itu." Bu imah memang bu kost yang sangat baik. Sampai-sampai memperbolehkan ku menginap disini. Aku yang gak enak sendiri. Lebih baik aku juga ikut membayar,,untuk ganti bayar listrik dan air. ********** Beberapa minggu kemudian,,tugas praktek mengajar sudah selesai. Hari ini adalah upacara penutupan dan pamitan pada sekolah. Bertugas di SD ini sangat menyenangkan. Aku jadi berat untuk meninggalkan sekolah ini. Apalagi kami sudah sangat dekat dengan anak-anak. Dengan bapak dan ibu guru pun sudah sangat akrab. Ingin rasanya bekerja di sekolah ini setelah lulus nanti. Tapi kata bapak kalau sudah lulus aku harus pulang ke kampung untuk menjadi guru honorer di sebuah SD negri. Tak terasa pendidikan ku di kota gudeg ini sebentar lagi selesai. satu minggu lagi yudisium,,setelah itu tak berselang waktu yang lama wisuda. Sudah tak sabar rasanya ingin cepat-cepat lulus dan membalas semua jerih payah orang tua dengan memanfaatkan ilmu yang ku dapat selama kuliah. Setelah yudisium,,aku tak pulang ke kampung. Aku memutuskan menunggu wisuda di Jogja. Fara sudah pulang lebih dahulu,,sedangkan Cristi tetap di kost bersama ku. Katanya nanggung kalau pulang tapi cuma sebentar. Kami pun menghabiskan waktu bersama,,kadang di sore hari kami jalan-jalan mencari makan dan jajanan. Esok hari ketika aku sedang menjemur baju,, tiba-tiba Cristi seperti tergesa-gesa masuk ke kamar mandi. Aku dengar sepertinya anak itu sedang mandi. Tetapi kenapa mandinya kok seperti tergesa-gesa gitu ya? Setelah selesai ia pun menghampiri ku " Dilla,,aku pulang dulu ya,,kamu gak papa kan di sini sendiri?" " Lho...katanya kamu gak akan pulang? ada apa Cris?? aku sih gak masalah di kamar sendiri." " Niatnya emang gak mau pulang,,tapi ini tadi ibu telpon katanya bapak ku sakit." " Ooh...gitu ya,, emang lebih baik kamu pulang aja sih. Salam ya buat ibu bapak mu. Aku doakan semoga bapak mu cepat sembuh." " Amin ...makasih doanya Dilla. Ntar salam mu pasti aku sampaikan. Maaf ya aku gak jadi nemenin kamu disini." "Udah ....gak papa,,santai saja. Yang penting orang tua." Setelah Dzuhur,,Cristi segera bersiap dan pulang ke kampung nya. Kampung Cristi tidak jauh. Masih dalam kota Jogja. Tapi Cristi memutuskan untuk indekost karena kalau berangkat dari rumah katanya ribet. Mesti ganti angkot beberapa kali. Aku pun sendiri di dalam kamar kost Cristi dan Fara. Terbersit rasa ingin ikut pulang juga. Tapi wisuda tinggal beberapa hari lagi. Undangan untuk orang tua sudah aku kirim via pos. Aku pun menghabiskan waktu di kost dengan membaca novel online di sebuah apk. ******* Tak terasa sepertinya aku ketiduran. Ku lihat langit sudah mulai gelap. Kulirik jam di dinding ternyata sudah jam 17.30. Wah sebentar lagi adzan maghrib. Ternyata aku tertidur cukup lama. Mana belum mandi lagi. Jadi keinget pesan nenek dulu,, katanya menjelang maghrib tidak boleh mandi. Apa lagi berbarengan dengan adzan. Soalnya kata nenek diwaktu adzan makhluk halus suka bersembunyi di kamar mandi. Tapi masa aku gak mandi?? bisa-bisa aku gak bisa tidur nanti malam. Gak papa lah mandi aja cepet-cepet. Dari pada gak mandi malah gerah. Mandi di sore hari menjelang malam terasa berbeda. apa lagi di depan kamar mandi ini ada jemuran dan pohon nangka. Mana masih ada jemuran yang belum diangkat lagi. punya siapa ya ini?? Masa sampai jam segini jemuran gak di angkat-angkat?? Aku berusaha untuk mandi secepatnya. Tapi aku merasa ada yang memperhatikan ku di dalam kamar mandi. Saat aku memejamkan mata untuk mengguyur kepala ku,,rasanya ada seseorang uang menatap ku di pojok ruangan. Tapi anehnya,,saat aku membuka mata,,tidak ada siapa pun. Akhirnya ku putuskan untuk cepat-cepat menyelesaikan mandi ku dan segera keluar dari kamar mandi. Aku kembali ke kamar kost dan segera menunaikan salat magrib. Berada di kost sendiri terasa berbeda. Malam ini sepi sekali rasanya. Berbeda dengan malam-malam biasanya. Disini memang kost khusus putri. Apabila ada tamu yang datang,,sudah disediakan ruang tamu di depan oleh ibu kost. Waktu berkunjung hanya sampai jam 9 malam. Aku memutuskan untuk memesan makanan saja malam ini. rasanya malas sekali untuk keluar. Biasanya ada Cristi ya menemani mencari makan malam. Sekarang aku cuma sendiri. Aku menekan aplikasi berwarna hijau dan memesan beberapa makanan. Untuk cemilan sebagai teman membaca komik dan novel online aku sudah beli di warung bu Imah kemarin. Beberapa saat makanan pesanan ku pun datang. Setelah puas mengisi perut,,aku duduk santai sambil bermain HP. Heran,,kenapa malam ini sepi sekali ya? biasanya kalau jam segini kami saling bercengkrama dengan penghuni kamar yang lain. Tapi malam ini sedikit beda,,penghuni kamar yang lain sepertinya memiliki kesibukan sendiri di kamar masing-masing. Saking asyiknya menscroll layar HP,,tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.00. ku putuskan untuk tidur saja. Sebelum tidur aku meletakkan benda pipih itu di atas meja belajar. Aku harus bangun pagi karena besok agendaku adalah ke kampus pusat untuk mengambil toga untuk wisuda. Fara pun besok akan kembali ke Jogja untuk persiapan wisuda. Entah sudah berapa jam aku tertidur,, tiba-tiba aku merasa kedinginan. Aku menarik selimut ku sampai ke leher. Saking ngantuk nya aku pun kembali tertidur. Baru beberapa menit aku tertidur hawa dingin kembali menyergap ku. Ku lihat selimutku sudah sampai ke pinggang ku. Apa saat tidur aku tidak bisa diam ya? Aah ... dingin lebih baik aku tari kembali selimutku dan tidur kembali. Heran juga kok tumben-tumbenan jogja sedingin ini. Seperti di kampung ku saja. Belum sampai aku tertidur kembali aku merasa ada yang menarik selimutku. Langsung aku tarik kembali selimutku ke atas. Tiba-tiba terulang kembali,,selimutku ditarik ke bawah. Aku sangat kesal dan reflek memarahi Cristi " Yang bener dong Cris,,,aku ngantuk banget ini. Jangan tarik-tarik selimut ku. Dingin !!!" Kata ku kesal sambil menarik selimutku sampai batas leher. Tapi tunggu.... Cristi kan tadi pulang,,dan sekarang aku di kamar sendiri. Terus siap dong yang menarik selimut ku dari tadi?? Saat aku sedang berpikir keras siapa yang menarik selimutku dari tadi,, ternyata lagi-lagi selimutku ada yang menarik. Sontak aku menoleh dan penasaran sebenarnya siapa yang menarik dari tadi. Saat aku menoleh ke bawah,, ternyata ada sepotong tangan besar berbulu lebat dan berkuku panjang sedang menarik mencengkeram selimut ku. Aku sangat kaget dan ketakutan. Tangan apa itu?? hanya sepotong dan sangat mengerikan Aku hanya bisa melotot ketakutan melihat tangan besar itu menari-narik selimut yang ku pertahan kan ini. BERSAMBUNG
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN