POV : Diyah
Hai,,nama ku Diyah,, aku adalah seorang perawat di sebuah rumah sakit swasta di kota Jogja. Aku merantau ke kota pelajar ini sudah hampir enam tahun. Setelah lulus dari sekolah perawat,, Alhamdulillah aku langsung diterima bekerja sebagai perawat di tempat ku praktek dulu.
Sebelum bekerja aku ngekost di dekat kampusku,,tetapi setelah lulus dan diterima kerja,,aku merasa tempat kost ku terasa jauh dengan tempat ku bekerja. Kalau dapat shif pagi atau siang sih tak masalah karena masih banyak angkot,,tetapi kalau shif malam atau pulang malam,,,aku merasa repot dan bingung. Kalau mesti naik taksi terus terasa boros,,apalagi aku tidak punya siapa-siapa di kota ini.
Hari ini aku mendapat shif pagi,,aku bertugas di bangsal anak. Saat jam istirahat temanku mengajakku untuk mencari makan diluar katanya bosan makan di kantin rumah sakit terus. Aku pun ikut saja dan sekalian ingin membeli cemilan.
Sesudah selesai makan,,kami mampir ke warung kelontong dekat rumah sakit. ternyata dibelakang warung itu adalah kost,,aku coba tanya saja kali ya,siapa tau ada kamar kosong disitu. Ku lihat jam ditangan,waktu istirahat sudah hampir habis,,mungkin besok saja aku kembali ke warung ini untuk tanya ada kamar atau tidak.
Sebenarnya temanku kemarin memberi tahu ada kost kosong di jalan Jalak. Kost bu Broto namanya. Tapi setelah aku cek ke sana,,disana sangat bebas. Tidak ditunggui ibu kost. Bahkan rumah bu kost sangat jauh dari situ. Tidak ada penjaga juga. Saat aku melihat-lihat kamar,,tak sengaja aku melihat ada salah satu penghuni kost yang membawa teman lelaki masuk kedalam kamar. Aku merasa kurang nyaman dengan suasana seperti itu. Lebih baik aku cari kost yang lain saja.
Waktunya berganti shif,,saat aku sedang absen aku melihat Etik,teman karib ku sejak kuliah.
" Diyah,,kamu tugas di bangsal anak juga? Aku baru saja dapat jadwal baru ini. Kemarin abis dari bangsal penyakit dalam." Etik menyapaku dengan riang
" iya tik,,wah.... senang akhirnya bisa satu bangsal dengan mu. semoga bisa satu shif ya." Aku pun senang akhirnya bisa satu bangsal dengan teman karib ku ini.
" Iya di,,moga bisa satu shif. Aku dah lama gak ngobrol banyak sama kamu. Ya udah aku tugas dulu ya. Kamu hati-hati ya pulangnya.
"Oke,,aku duluan ya tik."
Setelah pamit ke suster kepala aku pun pulang kembali ke kost lama ku di dekat kampus dulu dengan naik angkot. Sebenarnya lelah setiap hari harus seperti ini,,pokoknya aku harus pindah kost yang dekat rumah sakit.
*******
Keesokan harinya aku bersiap untuk mencari kost. Hari ini jatah ku libur. Akan aku manfaatkan sebaik mungkin. Tujuan utama ku adalah kost di belakang warung kelontong yang aku kunjungi kemarin. Semoga aku bisa ngekost disana,,keliatannya juga kost nya sejuk dan strategis
" Assalamualaikum,,permisi bu saya mau tanya apa disini masih ada kamar kosong?" Aku langsung bertanya pada ibu pemilik warung itu,,menurut dugaan ku sih dia adalah pemilik kost juga.
" Wa'alaikumsalam,,aduh maaf dek kamarnya sudah penuh semua. Kalau tidak salah adek yang kemarin jajan disini ya?" Jawab ibu itu ramah
" Yaah ..... sudah penuh ya bu? padahal saya berharap banget bisa ngekost disini." Sedih juga sih mendengar kamar kostnya sudah penuh semua.
" Iya dek,,maaf ya. Kalau adek mau itu kost di jalan Jalak sepertinya masih ada yang kosong.Oh..... iya kalau boleh tau namanya siapa?"
"Perkenalkan bu nama saya Diyah. Iya saya juga kemarin sudah ke kost jalan Jalak itu,,tapi disana saya merasa kurang sreg karena kostnya bebas banget bu. Gak ada yang ngawasin.
" Saya bu Imah,,salam kenal. Ooh ... gitu ya dek Diyah,,emang sih Bu Broto jarang banget mengunjungi kost nya. Itu Pak sarimin juga paling datang buat buang sampah sama benerin kalau ada yang rusak saja."
" Ya sudah bu kalau begitu saya permisi dulu mau coba cari kost yang lain. Semoga saja masih ada. "
" Lho...kok buru-buru? belum ibu bikinin minum kok dah mau pergi."
" Gak usah bu,,malah ngrepotin. Saya pamit dulu ya bu. Wassalamu'alaikum "
" Oh .. ya wes nek gitu. Hati-hati ya dek Diyah. Wa'alaikumsalam."
Aku melanjutkan mencari kost disekitar tempat bu Imah itu. Tetapi setelah hampir dua jam aku bertanya kesana kemari,,tetap tidak ada kamar kost yang kosong. Aku hampir putus asa. Dengan terpaksa aku pun menuju ke kost bu Broto di jalan Jalak.
*******
Setelah aku melakukan pembayaran dengan bu Broto,,aku pun masuk ke kamar kost ku yang baru. Sebenarnya kost ini sangat bagus,,harganya pun terjangkau. Aku memilih kamar atas karena di atas terasa sedikit kebih nyaman. Berbeda dengan di bawah yang terasa bising. Bahkan aku pernah melihat penghuni kamar bawah kedapatan membawa teman lelakinya ke dalam kamar.
Bu Broto jarang sekali berkunjung ke kost. Hanya saat ada calon penghuni baru beliau baru akan datang ke kost untuk melakukan negosiasi. Bu Broto seorang yang sedikit berbicara dan terkesan cuek. Kalau dilihat dari wajahnya seperti orang yang judes. Berbeda dengan bu Imah uang ramah. Baru kenal saja bu Imah sudah enak di jak ngobrol.
Besoknya aku pun mulai pindahan ke kost baru. Setiap hari,,sambil berangkat bekerja aku membawa barang ku satu persatu sampai semua barang terangkut. Setelah selesai memasang infus seorang pasien,, tiba-tiba ada yang menepuk pundak ku pelan.
" Diyah,,kamu hari ini shif pagi ya? besok shif apa?" ternyata Etik yang menepuk pundak ku.
" Aku besok shif malam tik,,ada apa?"
"Dengar-dengar kemarin kamu lagi cari kost ya? gimana ? sudah dapet apa belum? Kalau kamarku gas sempit kamu aku ajak ngekost bareng aku saja."
" Aku sudah dapat kost kok tik,,baru kemarin aku selesai pindahan. Jadi mulai malam ini aku sudah gak balik ke kost yang dulu." Kami mengobrol sambil berjalan ke ruang tempat kami berkumpul.
" Ooh ... Alhamdulillah deh kalau sudah dapat kost. Terus kamu jadinya ngekost dimana?"
"Aku ngekos di jalan Jalak,,kost Bu Broto."
Etik memandangku dengan ekspresi yang aneh. Seperti terkejut atau Aah....entah lah
" Kamu serius di ngekost disana?"
" Iya,,memang kenapa tik? sebenarnya aku terpaksa sih,,abis gimana lagi,,aku dah muter-muter cari kost gak dapat-dapat. Dari pada jauh ya aku ambil aja kost itu."
"Hmmm....gak papa sih,,yang penting kamu jaga diri aja,,disana terkenal kost bebas. Banyak penghuni kost itu sering bawa laki-laki masuk kamar. Kamu gak coba tanya di tempat ku kost?"
"Iya ya,,aku juga lupa tanya kamu kost dimana? karena jarang dapet shif bareng sih ya,,jadi gak sempat tanya-tanya."
"Iya juga ya,,he..he..he.. Aku ngekost tempat bu Imah,,yang ada warung kelontong itu,,deket kok dari sini."
"Owalah....kamu ngekost disitu? aku udah nanya kesitu,,pertama kali nyari kost malah tujuanku kesitu. Tapi kata bu Imah gak ada kamar kosong. Jadi ya mau gak mau di kost bu Broto.Yang penting dekat rumah sakit lah,,,buat aku gak capek-capek lagi mesti naik angkot jauh."
" Gitu ya,,aku kirain kamu belum tanya bu Imah. Ya udah gak papa,,yang penting kamu jaga diri aja. Kapan-kapan kamu mau kan main ke kost ku?"
" Tentu aja mau,,tapi gak papa nih?? boleh gak ma bu Imah?"
"Tenang aja,,pasti boleh lah. Bu Imah tuh orangnya baik banget."
Setelah itu kami pun melanjutkan pekerjaan kami masing-masing.
Beberapa hari kemudian aku pun bermain ke kost Etik. Kami berdua disambut dengan baik oleh Bu Imah. Bahkan kami mengobrol sampai cukup lama. bu Imah orang yang sangat ramah dan enakan orangnya. Bahkan kadang aku menginap di kamar kost Etik. Biasanya setiap malam minggu aku menumpang tidur disana. Karena aku tak nyaman di kost,,tiap malam minggu sangat ramai,,bahkan banyak lelaki yang menginap. Walaupun di lantai atas tak ada yang membawa pasangan,,aku tetap merasa takut dan tidak nyaman.
**********
Enam bulan kemudian.
Baru saja keluar dari loby rumah sakit,,aku dikejutkan oleh sesosok lelaki yang berjalan sempoyongan. Padahal ini sudah pukul 20.00 waktu ku untuk pulang. Lelaki itu tampak kepayahan,,untuk berdiri saja dia tidak bisa. Aku melihat ada luka lebam di pelipis matanya. Bibir lelaki itu pun berdarah,,dia terus saja memegang perutnya sepertinya dia habis berkelahi.
Langsung ku panggilkan satpam untuk membawa lelaki itu ke ruang UGD,,tapi apa-apa an ini? kenapa langan lelaki itu sangat erat menggenggam tangan ku. dia juga seperti menceracau tidak karuan. Pasti dia juga sedang mabuk.
Aku segera melepaskan pegangan tangan itu,,ia sempat melihat ku dengan tatap mata yang sayu. Entah mengapa aku merasa kasihan dengan melihat kondisi lelaki itu. Baru kali ini aku bertemu dengan pasien se aneh ini,,pasien yang menggenggam tangan ku dengan sangat kuat seakan-akan takut untuk ditinggalkan.
Esoknya aku berangkat bekerja seperti bisa,,saat aku menuju ke lift untuk naik ke ruangan ku,,aku melihat lelaki yang semalam kutemui sedang mengantri di depan ruang Rontgen. Dia duduk di kursi roda dan saat dia menoleh ke arah ku,,dia langsung menyapa ku.
"mbak suster yang semalam nolong aku kan. Makasih ya mbak. Kenalin nama aku Roby.Kalau boleh tau nama mbak siapa."
" Aku Diyah.Bukan aku kok yang nolong,,tapi pak satpam."
" Tapi kalau gak ada mbak Diyah,,mungkin aku udah tergeletak gak da yang nolongin. Pokoknya makasih ya mbak.Aku pasti balas kebaikan mbak Diyah."
Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan lelaki yang bernama Roby itu.
******
Beberapa saat kemudian,,Roby sering sekali berkunjung ke rumah sakit. Pertama dengan alasan kontrol luka di perutnya,,semakin kesini ada aja alasannya untuk menemui ku. Lama semakin lama kami pun semakin dekat. Tiga bulan kemudian kami pun jadian.
Setelah menjadi sepasang kekasih sifat Roby semakin terlihat aslinya. Dia orang yang amat posesif,, sombong,,dan suka seenaknya sendiri. Aku tidak boleh bergaul dengan teman-teman ku. Bahkan dengan teman karib ku,,Etik. Karena rasa sayang ku yang besar padanya,,aku pun menurutinya.
Roby adalah anak dari keluarga yang kaya. Kedua orang tuanya pengusaha batik yang terkenal. Aku sering diajak makan ketempat-tempat mewah. Hingga di malam itu kejadian itu bermula. Awalnya Roby mengajakku ke kafe seperti biasa. Tetapi malam ini ada yang sedikit berbeda. Dia memberiku minuman yang lain,,dia bilang itu hanya cocktail biasa,,sama dengan minuman ringan yang biasa ku minum. Bodohnya aku langsung percaya saja dengannya.
Setelah aku meminum minuman yang dia berikan,,kepalaku tiba-tiba sangat pusing,,aku sampai tidak bisa membuka kedua mataku. Untuk berjalan pun aku kesusahan. Kemudian Roby memapah ku untuk masuk ke mobil. Aku tidak tau dibawa kemana olehnya. Aku hanya merasa seperti melayang.
Aku merasa seperti setengah sadar,, Roby melucuti pakaian ku satu per satu. Aku ingin berontak,,tetapi badan ku sangat lemas. Aku tak berdaya,,aku hanya bisa berteriak dalam hati. Aku sangat jijik dengan Roby,, laki-laki itu pun merenggut kesucian ku. Mahkota yang sangat ku jaga itu sudah koyak dihancurkan oleh pria b***t yang selama ini aku cintai. Aku juga jijik pada diriku sendiri,,aku sudah kotor. Amat kotor.
Setelah kejadian itu Roby tiba-tiba menghilang seperti ditelan bumi. Nomornya sudah tidak aktif. Ya .... aku sudah dibuang olehnya. Setelah mendapatkan apa yang ia ingin kan,,aku dicampakkannya. Mungkin ini cara Tuhan menegurku karena sudah lebih percaya dengan manusia b***t seperti Roby.
**********
Tiga bulan kemudian.
Aku merasa pusing,, badan ku lemas. Isi dalam perut ku rasanya seperti di aduk-aduk. Rasanya mual sekali. Karena tak tahan aku langsung lari ke kamar mandi untuk muntah.Semua isi perut ku muntahkan. Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan ku. Aku baru ingat sudah hampir 3 bulan aku tidak haid. apakah mungkin aku _... Aarrhhh....aku tidak mau membayangkan itu.
Sepulang kerja aku nekat untuk mengecek dengan menggunakan test pack. Dadaku berdebar menunggu hasil urin ku. Ku pandang benda pipih itu dengan seksama. Setelah hasilnya keluar ternyata ada dua garis merah terpampang dengan jelas. TIDAK....aku tidak mau hamil. Aku bingung mesti bagaimana. Otakku seketika buntu.
Aku harus mencari cara untuk menggugurkan kandungan ku. Dosa besar memang,,tapi pikiran ku sudah buntu. aku tidak bisa berpikir jernih. Aku tidak mau ada orang yang tau dengan kehamilan ku ini. Lita,,penghuni kamar sebelah sering menanyakan keadaan ku. Dia orang yang baik,,kadang dia memberiku makanan. Dia juga mengkhawatirkan ku.
Tapi tidak boleh ada yang tau kalau aku hamil. Walaupun Lita teman baru yang baik,,aku tak mau kalau dia sampai tau. Dan ku harus mengeluarkan janin ini
Sudah beberapa hari dan banyak usaha ku tempuh untuk menggugurkan kandungan ku, Tetapi tidak pernah berhasil. Aku semakin was-was dan takut. Suster kepala sudah mulai curiga dengan ku. Bahkan Etik yang selama ini menjauh ikut khawatir melihat ku. Aku merasa semakin terpuruk. Ingin bercerita tapi aku takut dan malu. Ini semua terjadi karena kebodohan ku. Tinggal satu cara agar janin ini keluar.
Aku sengaja membeli obat-obatan untuk meluruhkan kandungan ,,obat ini sebenarnya tidak diperjual belikan secara sembarangan. Tapi aku bisa mendapatkan dengan sebuah alasan yang tepat. Sehingga obat itu bisa ku dapat kan.
Sampai di kost aku segera meminum obat itu,,jam masih menunjukkan pukul 21.00 Aku pun berusaha untuk memejamkan mataku, berharap janin itu cepat keluar. Beberapa saat kemudian,,aku seperti melihat seorang anak kecil menangis tersedu-sedu. Saat ku dekati,betapa kagetnya aku,,dia berwajah sangat pucat,, menangis tersedu-sedu dengan air mata darah. Dia menatap ku tajam dan berteriak " MAMA JAHAT...MAMA SUDAH MEMBUNUH KU....SEBAIKNYA KAU MATI SAJA...
Kemudian dia menerjang ke arah ku dan meremas perutku.
Sakiitt....rasa perutku seperti di tusuk pisau belati. Saat tersadar ternyata itu hanya mimpi. Tapi anehnya rasa sakit itu tetap terasa. Sampai kemudian keluar cairan kental mengalir dari pahaku. Darah itu keluar dengan deras. Apa aku berhasil menggugurkan kandungan ku?
Berarti anak yang ada di dalam mimpi ku itu adalah anakku?? Ya ampun..aku telah benar-benar membunuh anak ku. Ibu macam apa aku ini. Aku tak pantas disebut ibu. Benar kata anak ku,,aku seharusnya mati saja. Aku tak berguna,,bahkan aku adalah ibu yang kejam.Aku tak pantas hidup,,
Dengan kaki ya barsimbah darah,,aku berusaha mencari tambang. Tambang itu niatnya akan ku pergunakan untuk membuat tali jemuran yang baru. Sambil menahan rasa mulas diperut aku naik ke atas kursi untuk mengikat tali di kipas angin yang menempel kuat di langit-langit. Setelah itu ku ikatkan tali itu ke leherku. Aku menendang kursi yang sebelumnya ku gunakan untuk tumpuan badan ku.
Sesak....sakitt...amat menyiksa. Aku meregang nyawa sendiri dalam keadaan kotor. aku menangis tanpa suara,,air mata darah mengalir deras di kedua mata ku. Darah segar terus menetes dari pangkal pahaku
" Ayah...ibu... maafkan anak mu ini yang tidak berguna,,yang bodoh dan kotor. Nak...maaf kan Mama mu ini. Seperti keinginan mu,,mama akan menyusul mu.
_Diyah_
SELESAI