POV : Ardilla
Saat aku menoleh ke bawah,, ternyata ada sepotong tangan besar berbulu lebat dan berkuku panjang sedang menarik mencengkeram selimut ku. Aku sangat kaget dan ketakutan. Tangan apa itu?? hanya sepotong dan sangat mengerikan Aku hanya bisa melotot ketakutan melihat tangan besar itu menari-narik selimut yang ku pertahan kan ini.
Astaghfirullah apa itu,,keringat dingin langsung membanjiri tubuh ku. Aku tak berani menggerakkan badan ku. langsung aku menelungkup dan menutupi kepalaku dengan bantal. Jantungku rasanya seperti akan copot. Kenapa di kost ini aku masih saja diganggu makhluk halus??
Aku langsung membaca doa-doa yang aku bisa. Saat pertengahan aku membaca doa aku mendengar seperti ada suara orang yang tertawa. Suara itu begitu berat dan terasa menggelegar. Seakan-akan mengejek ku yang sedang ketakutan. Aku tak memperdulikan suara itu,,aku terus membaca doa-doa. Dan beberapa saat kemudian suara dan tarikan di tubuh ku menghilang begitu saja.Setelah kejadian itu mataku tak bisa ku pejamkan lagi. Aku jadi ingat dengan kejadian waktu di kost Bu Broto pun seperti ini,,tidak bisa tidur.
Beberapa saat kemudian aku mendengar adzan subuh berkumandang. Dengan kepala berat ku paksakan untuk menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Kepalaku terasa pusing dan mata ku terasa berat. Mungkin karena kurang tidur jadi pusing. Setelah selesai shalat aku merebahkan badan ku di atas sajadah. Sebenarnya tidak ada niatan untuk tidur. Tetapi karena sangat kelelahan,,tak terasa mata ini terpejam dengan masih menggunakan mukena.
" Nduk....nduk ... cepet ndang tangi (cepat segera bangun)". Terdengar suara seorang perempuan membangunkan ku. Mungkin bu Imah yg membangunkan ku. Aah...tapi kok bukan seperti suara bu Imah ?? Aku pun mencari sumber suara. Saat aku menoleh,,betapa kagetnya aku. Ada sesosok perempuan dengan memakai baju kebaya dan kain jarik yang sudah koyak. Kulit perempuan itu melepuh seperti habis terbakar. Matanya keluar satu dan hampir jatuh
"Astaghfirullah..." aku menjerit kaget melihat penampakan itu. Tapi anehnya suaraku tak bisa keluar. mahkluk itu kian mendekat pada ku.
" Cepet tangi !! ( cepat bangun ) Mahkluk itu kian mendekat dan seperti hendak mencengkeram ku. Kuku nya yang mengelupas dan beraroma gosong itu menempel kuat di kedua bahuku. aku merasa sesak karena mencium aroma gosong dan asap yang keluar dari tubuhnya. Tangan itu semakin kuat mencengkram dan menggoyangkan bahuku.
Seketika tubuhku terasa tersentak begitu kuat. aku terbangun dari tidurku. Alhamdulillah Ternyata itu hanya mimpi. Aku tadi tertidur di atas sajadah dan masih memakai mukena. Ternyata setelah shalat Subuh tadi aku ketiduran karena kecapaian setelah diganggu makhluk hitam berbulu itu.
Aku pun segera melepas dan merapikan mukena ku. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 . Masih tak habis pikir dengan kejadian akhir-akhir ini. Setelah pulang kampung yang terakhir kemarin aku semakin sering diganggu makhluk halus. Padahal dulu aku hanya bisa mencium bau mereka saja. Itu pun dalam keadaan badan sedang tidak fit. Mengapa sekarang jadi terlihat jelas. Aah.... aku jadi malas kalau sudah seperti ini. Siapa coba yang tidak takut dan kaget melihat penampakan seperti itu?
Tidak....tidak...tidak boleh takut dengan mereka. Kata kakek Raharja,,kedudukan kita lebih tinggi dari mereka. Ya mending aku cuekin saja lah. Benar kata mbak Diba anggap aja mereka tidak ada.
**********
Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 ,, ketik aku sedang bersiap-siap ke kampus untuk mengambil toga,,Fara dan Cristi datang.
" Hai Dill,,mau kemana kok dah rapi aja??" Tanya Cristi sambil masuk dan menyimpan tasnya di gantungan.
" Assalamualaikum... Alhamdulillah sampai juga di kost" Fara menyusul Cristi masuk ke dalam.
" Wa'alaikumsalam,,lah kok kalian bisa bareng gini ?? kamu lupa ya Cris?? hari ini kan kita ada jadwal ambil toga buat wisuda besok. Gimana sih kamu? masa lupa?" jawab ku
"Ya ampun,,iya ya hari ini kita mesti ambil toga,,aku kok jadi pelupa gini ya?? jawab Cristi sambil menepuk dahinya pelan
" Kaya nenek-nenek aja kamu Cris,,pikun. Tadi aku bareng di depan kok Dill sama nih nenek Cristi." Jawab Fara sambil menggoda Cristi.
"Enak aja nenek-nenek,,aku masih muda lho ya,,masih cantik-cantik gini kok di panggil nenek." Sanggah Cristi tak terima
" Udah-udah gak usah berantem,,mau ambil bareng gak? kalau mau aku tunggu nih kalian siap-siap. Aku juga mau telepon Aji karena kemarin aku bilang mau nebeng dia sampe kampus pusat. Aku kira sih kalian gak balik ke kost sekarang. "
" Bareng aja lah,,dari pada sendiri-sendiri,,gak asik. Kamu telpon si Aji aja dulu Dill,,biar di gak nungguin. Ucap Cristi
" Ya udah Dill kita bareng aja,, tunggu aku siap-siap dulu." Fara mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat,,aku seperti mencium bau-bauan seperti bau ubi bakar yang sudah gosong. Aku pun penasaran mencari sumber bau tersebut. Bau ini sakin menyengat tepat di bawah pohon Mangga samping jemuran baju. Aku pun penasaran dan memperhatikan pohon mangga tersebut. Betapa kagetnya aku,,ternyata Ada sesosok mahluk besar dan berbulu lebat tepat di atas Fara yang sedang menjemur bajunya. Ya Allah,,aku jadi teringat kejadian tadi malam,,saat selimut ku di tarik sepotong tangan besar berbulu lebat. Ternyata itu tangan mahkluk itu. Aku pun segera mengalihkan pandangan ku dari mahkluk itu. Aku tak mau kalau dia sampai tau aku bisa melihat dia juga. Bisa - bisa dia semakin suka mengganggu ku.
Segera ku panggil Fara agar dia tidak lama-lama dekat dengan mahkluk itu.
" Fara ..ayo buruan udah siang nih. Keburu tutup kantornya."
" Iya Dill dah selesai kok."
Aku langsung masuk kembali ke dalam kamar kost dan tak mau melihat mahkluk itu lagi. Fara juga menyusul ku ke dalam kamar.
Ketik di dalam kamar Cristi memandangi wajahku dengan alis bertaut.
" Kenapa Cris kok kamu liat aku kaya gitu banget?" tanyaku penasaran
" Kamu kenapa?? kok pucet gitu?" tanya Cristi curiga
" Masa sih muka Dilla pucet?? gak aah...perasaan muka Dila biasa aja lho." Fara menimpali keheranan melihat ke arah ku dan Cristi secara bergantian.
" Tau nih Cristi,,aku gak kenapa-kenapa kok. Oh...iya baru ingat aku belum makan. Tadi cuma makan roti sama s**u doang." jawab ku yang teringat kalau aku ternyata memang belum makan nasi. Pantesan rasanya lapar sekali
" Ooh.... pucet lapar ternyata. Kirain..." sahut Cristi masih dengan pandangan yang sulit untuk di artikan.
"Sudah yuk berangkat dulu ke kampus. Keburu tutup. Ntar kita makan sekalian di kantin." ucap Fara kemudian.
Kami bertiga pun segera berangkat ke kampus pusat. Saat Fara sedang mengunci pintu Cristi tiba-tiba menggandeng ku dan berbisik
" Ada yang mau aku omongin sama kamu Dill."
" Mau ngomong apa Cris?"
" Ntar aja kalau pas gak ada Fara."
Aku pun semakin penasaran di buatnya. Sebenarnya apa yang mau dibicarakan Cristi??
POV : Cristi
Akhirnya sampai juga di kost, sebenarnya masih berat meninggalkan orang tua yang sedang sakit. Tapi harus gimana lagi? besok hari wisuda ku. Bapak juga sangat semangat agar aku juga ikut
wisuda. Walaupun bapak tidak bisa menemani ku dan hadir melihat ku di wisuda.
Sebenarnya sedih kalau membayangkan wisuda tanpa kehadiran bapak. Tapi mesti gimana lagi. Ini demi kesehatan bapak juga. Yang penting aku bisa menjadi kebanggan orang tua dengan mendapat predikat cumlaude.
Saat akan memasuki gerbang kost ada yang memanggilku. Ternyata Fara,,baru datang juga rupanya anak ini. Kami pun segera masuk ke dalam kost-an.
Setibanya di depan kamar ku lihat Dilla sudah siap,,sepertinya dia akan berangkat ke kampus pusat. Pasti di kira aku dan Fara tidak pulang ke kostan sekarang. Tapi sebentar...kok ada yang aneh dengan muka Dilla. Kantung matanya turun dan ada garis hitam melingkari kedua matanya. Seperti orang yang habis bergadang semalam suntuk. Atau jangan-jangan dia diganggu tadi malam?
Aku tak luput memperhatikan Dilla,,sesaat setelah Fara mandi Dilla seperti mengendus-endus sesuatu dan di keluar dari kamar kost. Aku sebenarnya ingin mengikuti dia pergi,,tapi badan ku terasa capek sekali dan aku memilih untuk tiduran merebahkan tubuh ku sejenak.
Beberapa saat kemudian Fara masuk kamar diikuti Dilla. Tapi muka Dilla sangat lah pucat. Seperti habis melihat sesuatu. Apa jangan-jangan dia melihat sosok di pohon mangga dekat jemuran?? Tapi anehnya kenapa Fara melihat seolah-olah wajah Dilla biasa saja? apa hanya aku yang merasa kalau wajah Dilla pucat? ini pasti ada yang tidak beres dengan Dilla. Pasti terjadi sesuatu dengan nya kemarin saat dia kami tinggalkan di kost sendirian.
Karena sebenarnya kost ini juga banyak penghuninya. Malah lebih banyak dari kost bu Broto. Karena di sekeliling kost banyak terdapat pohon yang besar. Bahkan dulu juga pernah terjadi kebakaran yang cukup besar dan memakan korban yaitu nenek dari bapak kost.
Aku harus menanyakan yang sebenarnya pada Dilla. Kasihan juga temanku ini,, akhir-akhir ini ada saja yang mengganggunya. Sepertinya setelah ia pulang ke kampungnya ia semakin sensitif. Aku akan mengobrol dengannya. Siapa tau bisa meringankan bebannya. Tapi Fara jangan sampai tahu,,karena buat orang yang tidak sensitif akan mahkluk halus,, hal-hal ini tidak masuk akal.
" Mau ngomong apa sih Cris?? kok kaya yang penting banget sampai Fara gak boleh tau? tanya Dilla penasaran.
" Ada pokoknya nanti di kampus saja. Yuk berangkat,,itu Fara dah pesan taksi online tadi. Jawab ku sambil menggandeng tangan Dilla.
***************
Sesampainya di kampus dan setelah kami bertiga mengambil keperluan untuk wisuda,,aku pura-pura mengajak Dilla untuk mengantarku ke kamar mandi. Fara pun mengiyakan dan dia memilih menunggu di kantin. Ini kesempatan ku untuk mengobrol dengan Dilla
Aku memilih tempat duduk di sudut taman yang jauh dari anak-anak yang lain. Karena membicarakan 'mereka ' itu tidak boleh sembarangan. Di jama yang serba canggih seperti sekarang banyak yang tidak percaya. Aku pun mulai bertanya pada Dilla sebenarnya apa yang terjadi.
BERSAMBUNG