ADC35

567 Kata
Garvi berjalan-jalan di pantai bersama Aurel hingga akhirnya mereka duduk di tepi pantai, kedua dari mereka memiliki expresi berbeda saat menikmati angin sore di pantai. Garvi yang terlihat murung karena entah bagaimana cara dia menyampaikan pikiranya kepas Aurel dan tentunya ini sangat berat bagi Garvi. Sedangkan Aurel yang merasa seperti tidak ada apa-apa meskipun Aurel merasa ada yang berbeda dengan Garvi, Aurel terlihat tidak terlalu memperdulikanya. “Yang suasananya adem banget ya!” ujar Aurel. “Ah! Oh iya enak ya adem anginya juga sepoi-sepoi! Gimana perasaan kamu? Seneng ga! Habis ini sebelum pulang mau mampir makan dulu ga!” tawar Garvi. “Ya jelas seneng dong! Masa iya ga seneng! Apalagi jalanya sama kamu! Boleh kita makan di restoran yang terkenal disini yuk! Aku penasaran! Katanya makanannya enak-enak tau!” usul Aurel. “Yaudah nanti kita makan dulu!” ujar Devandra. “Kamu kenapa yang! Kok kayak banyak beban sih!” tanya Aurel curiga. “Hmm aku gapapa kok!” ujar Devandra singkat. “Eh itu yang! Mataharinya mau terbenam! Bagus yak!” ucap Aurel. “iya keren! Kamu mau foto ga! Sini aku fotoin!” saran Garvi. “Mau foto yuk sama kamu juga lah yang! Masa iya aku sendirian!” ujar Aurel. Mereka berfoto bareng yang merukapan foto terakhir mereka berdua, entah apa yang harua di lakukan oleh Garvi dan bagaimana caranya memberitahukannya kepada Aurel. Setelah mereka mengambil foto bersama matahari sudah terbenam dan waktunya untuk Garvi dan Aurel cek out dari villa dan mereka jalan pulang! Sebelum pulang Garvi dan Aurel ke restoran terlebih dahulu seperti rencana mereka. Mereka sudah berada di mobil sekarang perjalanan menuju restoran tidak memerlukan waktu terlalu lama, selama perjalan menuju restoran Aurel hanya menatap jendela dengan perasaan yang entah mengapa tiba-tiba tidak enak! “Kenapa perasaan tuh kok gaenak banget yak!” ujar Aurel. “ada apan yak!” batin Aurel. Garvi yang melihat Aurel tidak seperti biasanya, kali ini tidal bisa berbuat apa-apa! Garvi pun merasa demikian, karena keduanya tidak ada yang ingin mencari topik pembicaraan jadi suasana terasa sangat hening selagi perjalanan menuju restoran. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka sampai juga di restoran yang di inginkan oleh Aurel, mereka turun dari mobil dan berjalan bergandengan masuk ke dalam restoran. Setelah memesan makanan mereka menunggu makanan datang untuk mereka santap selagi menunggu mereka mengobrol dan beberapa menit kemudian sampailah makanan yang mereka pesan. Mereka memakan makanan masing-masing sesekali Aurel dan Garvi saling menyipi makanan keduanya bersuapan satu salama lain. Hingga akhirnya makanan sudah habis dan mereka segera bergegas untuk pulang karena hari sudah semakin malam, tanpa berlama-lama lagi Garvi membayar makanan mereka dan mengandeng tangan Aurel untuk pulang. Garvi membukan pintu mobil untuk Aurel dan garvi masuk ke mobilnya mengendarainya. “Yang kamu kenapa sih kok buru-buru banget! Ada apa sih! Ga kayak biasanya! Makan juga ga kayak yang enjoy! Kayak orang tertekan!” tegur Aurel. “ kamu kenapa sih! Aku tau kalo kayak gini nih ada yang kamu sembunyiin!” sambung Aurel lagi. “Hmm ga kok orang sekarang tuh udah jam 8 dan perjalan kita masih jauh! Masih sekitar 2 jam an lagi! Kamu mau sampe jam berapa coba!” ujar Garvi mengalihkan pembicaraan. “Wah ga beres nih! Udah kamu kenapa! Gapapa ngomong aja! Kamu tuh ga biasanya kayak gini!” ujar Aurel. “Aku gapap kok! Emang aku kenapa coba!” ujar Garvi. “Kamu tuh aneh tau ga!” gerutu Aurel.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN