Pengumuman yang ditunggu Nuna

599 Kata
Nuna yang sedang duduk di sofa sibuk menonton video tentang cara bermain basket. Ia tau kalau ia harus bisa lebih baik dalam bermain basket, meski udah baik. Nuna pun meminta Frengky untuk menjadi teman berlatihnya. Frengky pun menemani Nuna berlatih, mereka berlatih di lapangan basket dekat rumah Frengky. Frengky dan Nuna menahan panasnya sinar matahari, yang menyengat kepala mereka. Tapi Frengky dan Nuna tetap berlatih. Frengky meminta Nuna untuk menembak dengan cara jarak yang jauh. Nuna pun segera memasukan bola dengan jarak yang tidak dekat. Ia mulai meloncat dan bolanya berhasil masuk. Nuna bersyukur karena dia bisa semakin baik dalam bermain basket. Frengky pun merangkul Nuna. Nuna yang di rangkul, langsung terdiam. Frengky pun mencium puncak kepala Nuna. Nuna pun langsung berusaha untuk membebaskan diri dari rangkulan Frengky. “Frengky, kenapa kamu cium kepalaku?” “Maaf Nuna, aku tidak sengaja, aku terlalu senang.” “Oh iya.” Frengky pun meminta Nuna untuk berlatih lebih keras. Frengky lalu pamit untuk pulang ke rumah dulu. Frengky berniat memasak untuk Nuna, karena Nuna pasti lapar. Frengky pun tidak bilang pada Nuna kalau ia mau memasak, ia sengaja tidak bilang pada Nuna. Bola yang masuk ke ring lebih banyak, dari target Nuna. Nuna pun tersenyum, dan beristirahat sebentar. Ia menelpon Dian. Dian lalu mengangkatnya. “Hallo Dian.” “Hallo Nuna.” “Lagi sibuk gak?” “Gak nih, kenapa?” “Gue mau cerita .” “Iya.” “Latihan basket gue semakin baik, gue bahkan di temeni Frengky.” “Oh iya, Sweet.” “Iya Frengky gak berubah, dia selalu baik.” Nuna memuji Frengky. Frengky adalah kawan terbaik Nuna. Nuna pun ngobrol denga Dian agak lama sekitar setengah jam. Steelah telponan Nuna berlatih lagi. Frengky yang udah memasak, membawa makanan yang ia masak ke lapangan. Di lapangan Frengky memanggil Nuna. Nuna menengok lalu ia girag karena Frengky membawa makanan. Perutnya udah lapar, karena tenaganya ia pakai buat main basket. Frengky pun lalu meminta Nuna untuk mencicipi masakannya. Nuna pun bangga pada Frengky karena ia adalah laki-laki yang pandai masak. Nuna lalu mencicipi masakan Frengky. Nuna lalu menyuapi Frengky. “Kamu pasti tau kan gimana masakan kamu ini?” Frengky menelan makanan yang disuapkan padanya. Nuna pun menyuapkan makanan yang di masak Frengky. “Aku buat ini untuk kamu, kok aku yang makan jadinya?” “Gak papa, kamu juga kan capek udah temenin aku latihan.” Frengky pun tersentuh, dan mereka berdua makan bersama. Frengky dan Nuna pun saling bercanda. Setelah itu mereka berlatih. Nuna semakin hebat dalam menembak bola ke ring. Nuna pun sekarang meminta 1 vs 1 ke Frengky. Frengky menerima 1 vs 1. Nuna sekarang harus bertanding  dengan Frengky. Nuna  pun dengan lincah memainkan bola, dan menembakkan bola ke ring. Hasil pertandingan adalah 20-16 Nuna yang menjadi juaranya. Frengky harus mau bilang Nuna adalah perempuan hebat dalam bermain basket. “Kamu keren, hebat.” Nuna pun girang dan ia meminta Frengky untuk pulang, karena ia mau menelpon Dian. Frengky lalu menurut dia pulang ke rumah duluan. Nuna memilih duduk di lapangan. Nuna dikirim sms kalau ia berhasil menjadi pebasket nasional. Nuna pun terperanjat, inilah yang ia tunggu dari seminggu yang lalu. Nuna pun lalu pulang ke rumah dan ingin memberitaukan kalau resmi terpilih sebagai pebasket nasional putri. Frengky kegirangan mendengar Nuna berhasil menjadi pebasket nasional putri. Namun Nuna berubah gelisah, dia takut ketahuan kalau ia menikah dengan Frengky. Frengky meminta Nuna tenang. Nuna pun meminta Frengky untuk tidak membocorkan, Frengky lalu memberitau kalau Nuna yang udah membocorkan pada Dian. Nuna meyakinkan Frengky kalau Dian adalah kawan yang baik, dia gak mungkin membocorkan.    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN