Perkiraan Nuna

543 Kata
  Nuna yang telah lega karena hasil audisinya memuaskan. Ia tidak menyangka ia akan mencetak rekor pada audisi yang ia ikuti, Nuna pun meminta Dian untuk menemuinya di café, karena Nuna ingin mentraktir Dian. Frengky  langsung berlari meninggalkan lapangan steelah Nuna tau dia ada di lapangan. Nuna pun meminta Dian langsung café saja, karena Nuna harus mencari orang dulu. Nuna mencari Frengky. Nuna pun mencari di sekitar kampus, Nuna lalu menemukan mobil Frengky. Nuna lalu membuka pintu mobil. Frengky yang sedang diam, langsung terperanjat.                 “maaf aku langsung buka pintu, dan gak bilang mau kesini.”                 “Iya gak papa.”                 “Kamu gak mau ntraktir atau ucapin ke aku gitu?”                 “Nuna Kamu berbakat, aku sebagai kawan kamu bangga.”                 “Terimakasih Frengky.” Nuna mengacak rambut Frengky.                 “Jangan diacak dong, kan aku udah sisir.”                 “Haha maaf, kan kamu tau aku suka banget ngacak-ngacak rambut kamu Frengky.”                 “Iya deh, gak papa.”                 “Oh iya Frengky, mau ikut gak hari ini aku mau ketemu sama Dian?”                 “Gak deh, biar kalian berdua saja, kamu mau kalau aku dicurigai?”                 “Oh iya Frengky, kalau sama Dian, kita gak usah sembunyi, kamu kan temen Sd Dian, udah deh cerita aja ya aku capek tau sembunyi. “                 “Menurut kamu dian gak bakal cerita ke orang lain?”                 “Iya.”                 Frengky tampak tidak yakin pada Dian, karena Frengky tau Dian pernah naksir pada Frengky waktu mereka kelas 6 sd. Frengky tau mungkin itu cinta monyet, yang kata orang cinta yang Cuma main-main saja, tapi Frengky belum pernah bertanya lagi pada Dian, apakah Dian udah move on atau belum darinya. Nuna tidak tau tentang ini. Nuna meminta Frengky mengantarnya ke café. Frengky pun menurut.                 Frengky mengantar Nuna ke café. Di café udah ada Dian yang menunggu Nuna, Nuna pun mulai menceritakan kepada Dian rahasianya.                 “Dian, tau gak kalau aku udah menikah?”                 “Udah tau, kan kamu cerita?”                 “Kamu tau aku nikah sama orang yang kamu kenal kok?”                 “Siapa.”                 “Frengky Jeff.”                 “Oh Frengky.” Dian mencoba tenang.                 “Iya kalian kan saling kenal.”                 “Kenapa gak diajak, aku  pingin ngobrol.”                 “Oh iya aku lupa, lain kali ya.”                 “Kok bisa kalian nikah?”                 “Gak tau ya ini betul betul takdir.”                 “Aku izin ke kasir dulu ya.”                 Dian ke kasir, sambil kesal, karena orang yang ia cinta sejak sd, telah menikah dengan Nuna. Dian merasa Nuna merebut Frengky darinya. Dian pun memiliki rencana untuk Nuna dan Frengky. Dian lalu menelpon Frengky.                 “Frengky, loe tau kan istri loe udah cerita ke gue?”                 “Gue tau.”                 “Loe gak marah?”                 “Loe kira gue bakal marah?”                 “Iya lah, kan dia cerita rahasianya.”                 “gue mau ketemu loe Dian.”                 Dian girang, dian pun setuju untuk bertemu Frengky. Dian lalu meminta izin pada Nuna, ia harus meninggalkan Nuna, karena ada agenda. Nuna  pun yang tidak curiga pada Dian dengan senyman lebarnya membolehkan Dian.                 Nuna cukup bahagia karena hari ini ia telah berhasil meraih keberhasilan pertamanya, yaitu sebagai calon pebasket nasional serta dia berhasil memberitau kawannya, karena Nuna tau Dian akan membantu Nuna untuk menutupi pernikahan Nuna dan Frengky.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN