Terbongkarnya Kebohongan Nuna

559 Kata
  Nuna yang lega karen Frengky tidak menganggap dia jahat, langsung memeluk Frengky.  Frengky terdiam, badannya terasa hangat, pelukan Nuna untuk Frengky,  bagai hadiah kecil. Frengky pun melingkarkan tangannya pada Nuna. Frengky begitu berharap Nuna bisa mencintainya juga. Nuna pun pamit pada Frengky untuk ke rumah Dian. Frengky tidak yakin pada Dian, tapi Nuna tidak, Nuna yakin Dian sudah berubah, dan Nuna pun berniat untuk mengajak Dian  ke lapangan, karena hari ini ada latihan pebasket nasional. Nuna mau ditemani, buat Nuna bicara jujur kalau ia hamil, berat sekali. Nuna pun berangkat ke lapangan bersama Dian. Frengky yang tidak yakin pada Dian, udah berangkat duluan ke lapangan. Di lapangan semua orang telah berganti seragam latihan. Nuna datang dengan baju hamil, dan tidak membawa tas olahraganya. Semua orang heran, pada Nuna. “Maaf saya datang terlambat.” “Iya kamu kenapa kok, pakai baju hamil?” “iya kak , karena aku hamil.” “Oh, kamu bercanda kan, sekarang harusnya kamu serius Nuna.” “Aku serius kak.” Kakak panitia pun mengumumkan tentang Nuna hamil. Semua orang yang sedang latihan, memandang Nuna, jijik, banyak yang mengira Nuna hamil di luar nikah. Mereka tau Nuna belum menikah. Frengky yang memandang Nuna, langsung tak tega, ia pun segera berlari menuju kakak panitia. “Nuna istri saya kak.”             Semua orang langsung terdiam, Nuna betul-betul telah menutupi pernikahan dia dengan Frengky.             “Frengky, suami Nuna?”             “Mereka menikah? Gila, kita dibohongi.”                         “Gila Nuna ya, bisa bisanya dia berlagak belum menikah.”             Semua orang memaki Nuna, mencaci, Nuna Cuma bisa terdiam, Frengky pun tak tega.             “Kalian gak bisa bersikap jahat, harusnya kalian hargai Nuna yang mau jujur.”             “Frengky, kamu Cuma mau nutupin kejahatan Nuna.”             “Kita udah tau kok dari Ghio.”             “Ghio?”             “Iya Ghio merekam semua tindakan kamu, dan Nuna waktu kalian lagi dirumah sakit.”             Nuna langsung menajamkan mata pada Dian, Nuna tau kalau Dian yang ada waktu dia dinyatakan hamil. Nuna pun tidak tau kenapa Dian tega.             “Udah kak, kita ajuin penalty, dia jelas udah langgar semua.”             “Iya pasti, Nuna kamu harus bisa bertanggungjawab.”             “Dian, aku tau kamu kan yang bocorin semuanya sama Ghio?”             “haha… kamu benar, aku udah baik kok, tapi semua berubah waktu kamu dan Frengky makin mesra, aku gak tahan.”             “Kamu benar-benar ya Dian, bener-bener jahat.”             “haha aku puas, karena kita sekarang sama, sama-sama menderita.”             Dian pun berlalu , Frengky pun menenangkan Nuna. Panitia pun meminta Nuna untuk ke ruang panitia. Di ruang panitia Nuna diberikan surat untuk membayar biaya penalty, walau Nuna jujur tetap saja panitia udah tau, dan ada dugaan Nuna jujur karena terdesak. Nuna Cuma bisa menghela nafas. Frengky pun setuju, ia akan membantu Nuna membayar penalty.             Nuna tidak tau ia bodoh atau bagaimana, kenapa ia belum bisa mencintai laki-laki sebaik Frengky. Panitia pun menuliskan angka yang harus dibayar. Pilanty Rp 100.000.000.             Nuna menangis, ia tidak tau bagaimana cara membayarnya. Panitia memberi waktu untuk membayar dalam kurun waktu 3 hari.  Frengky lalu segera membawa Nuna untuk pulang ke rumah. Di rumah Frengky mencari uang yang ada di kotak brangkas, itu adalah uang Frengky untuk biaya hidup Frengky diluar negeri, tapi Frengky ikhlas, karena Nuna adalah tanggung jawabnya. Uang Frengky kurang, Tapi Frengky mengakali dengan kertas kertas, karena Nuna harus yakin uangnya cukup.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN